‘Jangan Menjadi Orang Baik’

Foto: Doc. Anton Nursamsi

“Kalau kamu belum siap menjadi orang baik, mendingan jangan jadi orang baik”

Oleh: Anton Nursamsi

Jakarta (Bintangtimur.net) – Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Kalau dibandingkan dengan makhluk lain, tak ada makhluk lain yang sesempurna manusia.

Manusia mempunyai sisi baik, dan sisi buruk.

Dimulai dari awal kita lahir ke dunia hingga meninggalkan dunia ini, yang di lihat pasti dua sisi itu. Sisi baik, dan sisi buruk.

Menjadi manusia baik, atau menjadi manusia buruk.

Ada yang berpendapat, melakukan hal-hal buruk terasa sangat mudah sekali. Seperti semudah membalikkan telapak tangan.

Sekali niat ingin A, biasanya keinginan itu bakal tercapai. Padahal kita tahu bahwa itu perbuatan buruk. Tentunya bertentangan dengan agama. Tapi kenapa banyak yang semangat melakukannya?

Kadang saya sendiri bingung akan hal ini. Dalam hati sering bicara, “bisikan setan memang benar-benar luar biasa,”. Berbisik saja manusia sudah menurutinya, apalagi kalau berteriak.

Hahh …

Tetapi giliran kita ingin menjadi manusia baik, susahnya jangan ditanya!. Ada saja alasan-alasan konyol yang terbesit dalam benak. Saat kita ingin membantu rekan, saudara atau semacamnya, pasti akan muncul pertimbangan.

Nanti gimana ya, terus ini gimana ya. Pasti ada saja hal-hal seperti itu, bohong kalau tidak ada. Ini merupakan perang batin yang sangat luar biasa hebatnya.

Kenapa mesti ragu? Tinggal yakinkan hati saja. Niatkan yang benar. Padahal kalau kita mau membantu mereka yang memang membutuhkan, balasannya akan lebih besar lagi. Ini sudah pasti.

Padahal sudah kisah-kisah yang bisa dijadikan contoh saat kita berbuat baik, mendapat balasan yang lebih.

Tinggal kuatkan tekad ingin membantu, terus hati yakin. Selesai.

Kenapa rasanya sangat susah sekali?

Teringat akan perkataan guru saya.

“Kalau kamu belum siap menjadi orang baik, mendingan jangan jadi orang baik. Karena menjadi orang baik itu susahnya minta ampun. Belum lagi ujian-ujian lainnya. Di saat kita jadi orang baik, pasti bakal banyak manusia yang memanfaatkan kita. Tapi memang Tuhan sengaja sedang mengujimu. Apakah kamu akan kuat? Apakah kamu yakin ingin menjadi orang baik? kira-kira goyah atau kokoh pondasomu itu. Kalau masih kokoh, maka kau akan menjadi ‘malaikat‘. Tapi kalau goyah, maka kau akan jatuh ke ‘jurang tanpa dasar‘”.

Saya merenungkan pesan itu. Dan ternyata apa yang dikatakannya memang benar.

Saat kita menjadi orang baik, ujian terbesarnya justru dari orang-orang di sekitar kita. Kadang yang lucunya itu disaat kita berada di bawah.

Saat kita di atas, siapapun akan berusaha kita bantu. Tapi saat kita di bawah, siapa yang akan membantu kita?

Mungkin ada, tapi akan lebih banyak yang berkata tidak. Meskipun sebenarnya mereka sanggup, tapi selalu saja bilang tidak sanggup.

Entah apa tujuannya?

Terlepas apapun itu, tidak ada salahnya juga. Toh setiap manusia mempunyai hak untuk beralasan. Dan saya juga tidak menyalahkan. Ini hanya sebagai kiasan saja.

Namun ya … begitulah resiko menjadi orang baik.

Yah … tulisan ini hanya obrolan saya dengan diri saya.

Edt: Redaksi (AN)