“Jembatan” Kehidupan

Foto: (Doc. Norman Arief)

“Peran jembatan tidak akan bisa dipisahkan dalam tata letak geografis suatu wilayah”

Oleh: Norman Arief

Jakarta (Bintangtimur.net) – Sejatinya fungsi secara fisik jembatan itu sebagai sarana penghubung. Baik itu untuk melintas kendaraan ataupun manusia.

Peran jembatan tidak akan bisa dipisahkan dalam tata letak geografis suatu wilayah.

Dalam perjalan kehidupan ini setiap insan memerlukan sebuah “jembatan”.

Iya…
Ingin mengenal Tuhan kita harus melintasi “jembatan” dengan mempelajari dan meyakini kitabnya.

Iya…
Ingin menjadi seorang Profesorpun harus melintasi “jembatan” jenjang akademis.

Disini banyak orang lalai bahwa dirinya harus menjadi “jembatan” bagi kehidupan orang lain.

Iya…
Sangat lalai dan bahkan tidak mau jadi “jembatan”, lantaran sikap apatis dirinya yang tidak menyadari hakekat “jembatan”.

Takkan ada orang yang terlilit hutang apabila manusia sekitarnya bersedia menjadi “jembatan” untuk menolongnya.

Tidak akan ada perampok, pencopet, ataupun tindak kriminal lainnya apabila antar sesama saling menjadi “jembatan” untuk berbagi kesejahteraan.

Seorang yang memilih kenyaman dan kebahagiaan bathin akan selalu berusaha menjadikan dirinya sebagai “jembatan” untuk kehidupan sesama makhluk. Meski dirinya harus bergelimpangan penderitaan. Karena penderitaan itulah yang menjadikannya bahagia saat melihat makhluk sekitarnya bahagia.

Diperlukan kesadaran yang teramat dalam untuk bisa menjadi “jembatan” kehidupan bagi sesama makhluk.

Ahli berhitung dan pakar riset manapun akan sukar menghitung jumlah keluar masuknya nafas sejak terbangun dan hingga tertidur kembali.

Semoga kita bisa menyadarkan diri sendiri dan memfungsikan diri sebagai “jembatan”.

Edt: Redaksi (AN)