Jika Anies Nyerah Lawan Covid-19, Sebaiknya Mundur Dari Gubernur

Foto: Google

“Sampai pada akhirnya tersiar kabar dimana Anies meminta pemerintah pusat untuk mengambil alih kordinasi penanganan Covid-19 di Jakarta.”

Oleh: Ali Lubis, SH (Praktisi Hukum)

Jakarta (Bintangtimur.net) – Aksi spektakuler Anies yang selama ini dipertontonkan untuk melawan Covid-19 di DKI Jakarta mendadak hilang, lenyap di dalam pemberitaan media nasional.

Aksi spektakuler tersebut terlihat dari beberapa Peraturan Gubernur (Pergub) yang dikeluarkan, bahkan bersama DPRD mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) terkait Penanganan Penanggulangan Penyebaran Covid-19 di Jakarta.

Bukan sekedar aturan-aturan saja, bahkan sanksi bagi warga jakarta pun di rumuskan untuk melawan Covid-19. Namun apa daya, banyaknya peraturan dan ancaman sanksi yang dirumuskan tidak mampu meredam sang virus.

Bahkan rem darurat pun dilakukan, tapi tetap tak maksimal hasilnya. Sampai pada akhirnya tersiar kabar dimana Anies meminta pemerintah pusat untuk mengambil alih kordinasi penanganan Covid-19 di Jakarta.

Alasan agar pemerintah pusat mengambil alih agar ada peningkatan fasilitas kesehatan di rumah sakit di sekitar daerah penyanggah Jakarta tidak tepat, adapun pasien dari luar Jakarta yang datang ke rumah sakit akibat terpapar virus Covid-19 karena banyaknya rumah sakit rujukan di Jakarta sebagaimana keputusan Gubernur No. 492 tahun 2020 tentang perubahan atas Keputusan Gubernur No. 378 tahun 2020 tentang Penetapan Rumah Sakit Rujukan Penanggulangan Penyakit Coronavirus Disease (Covid-19).

Terkait hal di mana Anies meminta pemerintah pusat untuk mengambil alih kordinasi Penanganan Covid-19 di Jakarta, menimbulkan pertanyaan besar apakah Anies nyerah lawan Covid-19? Jika seperti itu maka sebaiknya mundur saja dari Jabatan Gubernur.

Jika melihat posisi Anies saat ini di mana banyak warga Jakarta yang mendukung dirinya, seharusnya sangat mudah bagi dirinya untuk melawan Covid-19 di Jakarta. namun secara fakta tidak demikian. Ada apa ini?

Pertanyaan demi pertanyaan pun timbul, jangan-jangan warga Jakarta sudah tidak mendukung Anies lagi sebagai Gubernur?Karena jika dilihat dari banyaknya aturan dan sanksi untuk memutus mata rantai Covid-19 ini seharusnya warga Jakarta itu taat dan patuh, tapi sejauh ini berdasarkan data dan fakta malah meningkat warga Jakarta yang terpapar virus.

Semoga penanganan penanggulangan penyebaran Covid-19 di Jakarta lebih baik jika di ambil alih Pemerintah Pusat, sehingga dapat mengurangi bertambahnya warga Jakarta yang terpapar virus Corona.

Edt: Redaksi (AN)