Jurnalis Kita Harus Ikut Perang Asimetris

“Sikap ugahari dan saling percaya untuk membangun organisasi jurnalis yang sehat dan kuat agar dapat ikut memperjuangkan aspirasi”

Oleh: Jacob Ereste

Jakarta (Bintangtimur.net) – Jika Serikat Jurbalis Alternatif Kita bisa mduncul dan tampil dengan program yang mampu menjawab tantangan dan kebutuhan para anggotanya dengan berpusat atau sekedar tempat perintisan awalnya saja di Cirebon, tentu dan pasti akan menoreh sejarah besar dari kaum pergerakan di Indonesia yang sesungguhnya tidak harus atau cuma bisa dilakukan di Jakarta.

Mitos usang itu dapat menjadi penanda dari babak baru kaum pergerakan sudah dimulai dengan paradigma yang fenomenal, bila Serikat Jurnalis Alternatif kita ini sesungguhnya hendak menjawab kebuntuan dari kalangan pekerja jurnalistik yang belum juga dapat menikmati kesejahteraan yang layak serta perlindungan yang sepatutnya diperoleh sebagai pekerja profesi dalam bidang pers yang kini semakin tergerus bobot dari idealismenya sebagai pekerja pers oleh pihak pengusaha pers.

Gagasan kawan-kawan jurnalis muda di Cirebon untuk membentuk orgsnisasi jurnalis sungguh sangat menggugah serta patut didukung oleh semua pihak yang memiliki idealisme untuk memajukan dunia pers melalui para jurnalis yang harus bekerja lebih profesional dari keahlian dan kemampuannya yang ada, karena tantangan untuk bekerja sebagai jurnalis pada era mileneal sekarang sungguh berat dan kompleks tantangannya, belum lagi handicap yang menghadang para kaum jurnalis di zaman now semakin rumit dan rigit.

Oleh karena itu, hasrat kawan-kawan jurnalis dari Cirebon ini patut disambut dan didukung, sehingga organisasi kaum jurnalis yang representatif bisa segera hadir di semua kota yang ada di Indonesia, meski nantinya pun tidak harus berpusat di kota Cirebon juga.

Sikap ugahari dan saling percaya untuk membangun organisasi jurnalis yang sehat dan kuat agar dapat ikut memperjuangkan aspirasi, ide gagasan serta cita-cita kaum jurnalis kita di Indonesia saatnya dapat diwujudkan sekarang, dimana media meanstren pun sedang mengalami kegamangan akibat dari berubahnya kiblat dunia pers kita di Indonesia yang kini sepenuhnya terkesan telah mengabdi pada pemilik modal. Karena nyaris semua jenis media massa di Indonesia sekarang orientasinya telah masuk atau terjerembab dalam budaya bisnis industri seperti yang diidolakan oleh kaum neo-liberal.

Jadi sempurnalah sudah perang asimetris dari habitat pasar bebas. Persis seperti narkoba yang sudah melantak semua lapisan masyarakat kita, terutama pejabat dan aparat penegak hukum yang justru kita percaya untuk mekakukan pencegahan dan pemberantasan terhadap siklus peredaran narkoba yang sudah gila-gilaan di negeri kita.

Begitulah kehadiran Serikat Jurnalis Alternatif Kita memang diperlukan, untuk ikut menghadapi perang asimetris yang sedang berlsngsung sekarang. Jadi eksistensi kehadiran organisasi jurnalis kita bukan hanya untuk dunia jurnalistik itu sendiri, baik secara profesi maupun strategi geopolitik serta geo-kebudayaan, tetapi memang diperlukan untuk ikut menjadi benteng bagian dari pertahanan dan ketahanan bangsa dan negara dalam arti luas.

Edt: Redaksi (AN)