KAMI Berjuang Untuk Menyelamatkan Kiblat Bangsa Dari Deviasi dan Distorsi Tujuan Negara

Foto: Doc. KAMI

“Kondisi riil yang bersifat struktural penyimpangan terhadap Pancasila dan UUD 45, harus kita atasi, jangan sampai keadaan makin rusak”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Menurut Prof. Dr Din Syamsuddin Presidium KAMI Nasional yang disampaikan dalam silaturahmi dengan Presidium KAMI se-JAWA. Dihadiri oleh Komite Eksekutif Presidium KAMI Jatim Donny Handra Cahyono, Presidium KAMI Jateng Mudrick SM Sangidu, Presidium KAMI Yogja Syukri Fadholi. Presidium KAMI Jabar Syafril Sjofyan, Presidium KAMI DKI Jakarta Djudju Purwantoro dan Presidium KAMI Banten Abuya Shiddiq berserta jajaran kepengurusan masing-masing, di kediaman Prof. Din Syamsudin di Jakarta, Rabu (9/6).

Prof Din menyampaikan bahwa KAMI tetap bergerak, sesuai Jatidiri KAMI merupakan pergerakan moral, tidak boleh pasif dan bukan hanya dengan lisan dan hati tetapi harus ada tindakan yang riil,  melalui amar ma’ruf nahi mungkar, jika sampai mandeg maka alam yang akan bertindak.

Negara sedang mengalami kerusakan struktural, kalau terus dibiarkan akan membawa pada kerusakan kultural, ada 115 UU yang bertentangan dengan konstitusi. Di sini lah KAMI harus berani melakukan Jihad Konstitusi, khususnya yang berkaitan dengan kedaulatan negara.

“Kondisi riil yang bersifat struktural penyimpangan terhadap Pancasila dan UUD 45, harus kita atasi, jangan sampai keadaan makin rusak. Halangan yang kita hadapi keras sekali. Untuk itu KAMI harus mengajak dan menyadarkan bahwa perubahan memerlukan pemikiran strategis, sekalipun keadaan sudah menghawatirkan,” katanya.

KAMI mengajak para tokoh pergerakan lintas agama, suku, aliran dan lain-lain, dalam gerakan perubahan. Masyarakat kita sudah banyak yang terbelah. Bahkan ada yang inferior. Untuk itu  jangan bersedih. KAMI harus tetap bergerak dengan segala daya dengan tugas sesuai fungsinya masing-masing

“Tidak ada titik kembali dalam perjuangan ini. KAMI harus terus berteriak dan bergerak terhadap isue isue strategis menyangkut kepentingan rakyat, demi kebaikan bangsa dan negara ini,” ujar Prof Din.

Dia melanjutkan, dan perlu diingat bahwa KAMI berjuang untuk menyelamatkan kiblat bangsa dari deviasi dan distorsi tujuan Negara, perlu mempersatukan.

“Untuk itu saya sebagai Presidum KAMI selalu berdoa dan berharap NU dan Muhammadiyah serta ormas agama harus tetap kokoh dan bersatu dalam perjuangan amar ma’ruf nahi mungkar,” demikian Prof Din Syamsudin menjelaskan kepada para Presidium KAMI se-JAWA. (APL)

Edt: Redaksi (AN)