KAMI MUDA Kecam Penangkapan Aktivis Yang Dilakukan Oleh Aparat

Foto: Foogle

“KAMI MUDA menunggu peryataan resmi kepolisian terkait status para aktivis yang ditangkap dalam waktu 1×24 jam”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Anak-anak tangga menuju ruang-ruang demokrasi telah ditutup rapat oleh tirai oligarki. Kekuasaan dijalankan secara serampangan. Rakyat semakin menderita, beban hidup semakin berat. Kebebasan bersuara dibredel dengan berlindung di balik pasal subversif. Gelombang unjuk rasa hari-hari terakhir adalah fenomena gunung es dari ketidakbecusan kekuasaan atas persoalan-persoalan kebangsaan hari ini.

Hal tersebut di ungkapkan oleh seorang juru bicara KAMI MUDA kepada redaksi Bintangtimur.net, Selasa (13/10). Ia menuturkan, KAMI MUDA hadir sebagai “lonceng pengingat” kesemrawutan kondisi bangsa hari ini. Atas dasar ini, KAMI MUDA mengecam tindakan penangkapan para aktivis oleh aparat. Suara kritis tak boleh dibungkam oleh aksi represif.

“Pikiran harus dibalas dengan pikiran. Kepolisian harus bisa menjelaskan terkait apa para aktivis itu ditangkap? Jika karena suara kritis mereka ditangkap, sesungguhnya bangsa ini telah jatuh kedalam peradaban gelap jejak sejarah. Kita harus lawan! Penangkapan terhadap Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat serta para aktivis lain adalah bentuk nyata kesewenangan kekuasaaan untuk menyingkirkan siapapun yang bersuara kritis,” kata juru bicara KAMI MUDA Jajang Nurjoko, kepada redaksi Bintangtimur.net.

Untuk itu, lanjutnya, KAMI MUDA menunggu peryataan resmi kepolisian terkait status para aktivis yang ditangkap dalam waktu 1×24 jam. KAMI MUDA telah melakukan konsolidasi tingkat nasional untuk menentukan langkah selanjutnya. KAMI MUDA hadir sebagai panggilan moral atas kesewenangan penguasa terhadap rakyat. KAMI MUDA hadir sebagai kesatuan sikap dan kesadaran kolektif. Kekuasaan yang sewenang-wenang harus ditertibkan. Panjang umur perjuangan Bebaskan Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat dan Para Aktivis yang kritis terhadap kekuasaan! (APL)

Edt: Redaksi (AN)