Kebijakan Perluasan Lahan Oleh Kementan Perlu Didukung

Foto: Doc. Jacob Ereste

Mencintai hasil produk anak bangsa sendiri merupakan wujud nyata dari sikap nasionalisme yang nyata dari kehidupan sehari-hari

Oleh: Jacob Ereste

Jakarta (Bintangtimur.net) – Kebijakan Mentan (Menteri Pertanian) Syahrul Yasin Limpo untuk membuka peluang budidaya kacang kedelai dengan memanfaatkan lahan hutan perlu didukung, selama tidak mengganggu pemeliharaan hutan yang ada. Karena produk kacang kedelai Indonesia jika dapat panen raya bisa mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan kita agar dapat segera terbebas dari ketergantungan impor.

Kebijakan Syahrul Yasin Limpo seleras dengan a Presiden Joko Widodo —bukan membenci produk asing— tapi hendaknya mencintai produk anak negeri sendiri.

Mencintai hasil produk anak bangsa sendiri merupakan wujud nyata dari sikap nasionalisme yang nyata dari kehidupan sehari-hari. Sehingga sikap nasionalisme tidak cuma dalam ucapan belaka, namun dipraktekkan secara nyata dalam sikap dan perbuatan sehari-hari.

Kata Syahrul Yasin Limpo, opsi untuk memakai lahan hutan bisa dilakukan untuk mendorong peningkatan produksi kedelai dalam negeri. (Tirto.id, 29 Maret 2021).

Penjelasan Syahrul Yasin Limpo ini merespon pertanyaan anggota Komisi IV DPR RI ketika rapat bersama DPR RI bilamana ada rencana penggunaan kawasan hutan itu bisa digunakan untuk budidaya kedelai. Meski sampai saat ini Kementan sendiri masih menjalankan program untuk peningkatan produksi kedelai guna mengejar 200 hari ke depan waktu panen.

Sayangnya memang program ini masih banyak menghadapi kendala. Misalnya untuk tanaman kedelai itu masih banyak menghadapi hama tikus.

Faktor lain untuk produk kedelai petani Indonesia belum bisa menggunakan bantuan rekayasa genetika seperti yang dilakukan di Amerika Serikat. Karena itu produk kedelai petani Indonesia jadi kalah kualitas maupun bobot produk yang dihasilkan dari negeri kita.

Kementan juga mengaku masih terus mencari lebih banyak lahan yang bisa ditanami kedelai. Meski dengan bertambahnya luas lahan yang bisa digunakan dibudidayakan belum dapat menjadi jaminan dapat seelesainya masalah kurangnya kebutuhan kedelai di negeri kita.

Tentu saja untuk membangun ketahanan dan kedaulatan dari produk kedelai juga diperlukan dukungan dari semua pihak, utamanya pemerintah daerah dari lokasi lahan petani tersebut. Termasuk KUR (Kredit Usaha Rakyat), KUD (Koperasi Unit Desa) hingga subsidi atau bantuan serta kebijakan dan kemudahan yang dapat diberikan oleh pemerintah pusat.

Program serupa idealnya dapat dilakukan juga untuk petani jagung serta jenis produk bahan pangan lainnya.

Edt: Redaksi (AN)