Kecelakaan Dua Helikopter Militer Afghanistan Sebabkan Korban Jiwa

Foto: Google

“Kecelakaan antara dua helikopter Mi-17 buatan Soviet itu terjadi di distrik Nawa, Provinsi Helmand”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Dua helikopter militer Afghanistan terlibat kecelakaan pada Rabu (14/10). Kementerian Pertahanan Afghanistan mengonfirmasi kecelakaan tersebut menewaskan sembilan tentara dan beberapa lainnya terluka.

Kecelakaan antara dua helikopter Mi-17 buatan Soviet itu terjadi di distrik Nawa, Provinsi Helmand. Masalah teknis ketika lepas landas diduga menjadi penyebab kecelakaan.

Juru bicara Gubernur Provinsi Helmand, Omer Zwak mengatakan, helikopter itu membawa tentara yang terluka ketika sebelumnya satu unit lainnya jatuh pada Selasa (13/10) malam.

Mengutip Associated Press, tiga pejabat di Provinsi Helmand mengatakan helikopter itu dikerahkan untuk membawa pasukan komando menghadapi serangan Taliban yang meningkat dalam beberapa hari terakhir. Tak hanya itu, satu helikopter lainnya semula diterjunkan untuk mengevakuasi pasukan yang terluka.

Lihat juga: AS Lancarkan Serangan Udara ke Taliban di Tengah Upaya Damai
Awal pekan ini pasukan Amerika Serikat di Afghanistan melancarkan sejumlah serangan udara ke Taliban. Sonny Legget, juru bicara militer AS di Afghanistan mengatakan serangan tersebut sebagai aksi balasan atas tindakan ofensif Taliban di Helmand.

Mereka juga mengatakan jika serangan udara tersebut tidak melanggar kesepakatan intra-Afghanistan yang tengah berlangsung antara kedua pihak pada Februari lalu.

“Taliban perlu segera menghentikan tindakan ofensif mereka di Provinsi Helmand dan mengurangi kekerasan di seluruh (Afghanistan),” kata Legget dalam sebuah pernyataan, mengutip Jenderal Scott Miller, komandan pasukan AS di Afghanistan, Senin (12/10).

Ia juga menegaskan jika pasukan AS akan terus memberikan dukungan bagi pertahanan keamanan Afghanistan yang mendapat serangan dari Taliban.

Senada, Omer mengatakan jika pejuang Taliban lebih dulu melancarkan serangan secara terkoordinasi kepada mereka selama sepekan terakhir.

“Taliban telah menghancurkan beberapa jembatan dan infrastruktur di jalan utama, sehingga tidak bisa digunakan dan mengganggu mobilitas warga,” kata Omer.

Perwakilan pemerintah Afghanistan dan Taliban telah mengadakan negosiasi damai intra-Afghanistan di Qatar. Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut atas kesepakatan damai antara Taliban dan AS pada Februari lalu. (AW)

Edt: Redaksi (AN)