Ketum PWI Dorong MOI Jadi Anggota Dewan Pers

Foto: (Ist)

“Saya senang UKW ini, karena bukti MOI ingin meningkatkan profesional para wartawannya,”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal Depari Sembiring memberikan apresiasi terhadap Perkumpulan Media Online Indonesia (MOI) yang bekerja sama dengan PWI Jaya dalam melakukan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

“Saya senang UKW ini, karena bukti MOI ingin meningkatkan profesional para wartawannya,” jelas Atal Depari saat membuka UKW PWI Jaya Angkatan 42 selama dua hari, (7-8/11), di Aula PWI Jaya, lantai 9 Gedung Bank DKI.

Menurut Atal, UKW ini merupakan standarisasi profesional wartawan yang harus diikuti. Sebab, lewat UKW ini kompetensi wartawan ditingkatkan, khusus meningkatkan skill.

“UKW hanya bisa terlaksana jika wartawan punya kesadaran,” ujarnya, menyebut kompetensi dapat ditingkatkan lewat membaca, update pengetahuan.

Atal, yang mantan Pemimpin Redaksi Sinar Pagi, mengaku senang dengan keberadaan MOI, sehingga bisa menyemarakan Dewan Pers.

“Semoga ke depan ada perwakilan MOI di Dewan Pers,” jelasnya.

Sebab, dari 9 anggota Dewan Pers, berasal dari unsur wartawan, perusahaan dan tokoh masyarakat.

Atal juga siap dan terbuka untuk berdialog khususnya menyangkut MOI menjadi konsituen pers, termasuk soal-soal pelaksanaan UKW.

“Nanti yang di daerah tak usah lagi ke Jakarta. Tapi kita upayakan kerja sama dengan PWI setempat,” jelas lelaki asal Batak Karo, Sumatera Utara ini.

Suasana makin ramai, menyusul para pengurus DPP MOI berdatangan seperti Sekretaris Jenderal Yusuf Rizal, Pembina dan Pendiri MOI, Taufiq Rachman, Lasman Siahaan dan Joseph Hutabarat

Mereka bernostalgia saat menjadi menggeluti profesi wartawan kisaran 20-30 tahun lalu. Taufiq dan Lasman memberikan cindera mata kepada tiga penguji yang bergelar doktor dan profesor.

“Karena MOI, maka pengujinya profesor dan doktor dari Antara, dan satu dari PWI Jaya,” tutur Atal yang mendapat applaus dari peserta UKW.

Tim penguji dipimpin oleh Prof Rajab Ritonga, didampingi Dr Theo dan Dr Ataat, yang pernah ditugasi menjadi duta Antara di PBB selama 4 tahun dan Iqbal dari PWI Jaya.

Joseph Hutabarat menambahkan, UKW selanjutnya akan digelar 4-5 Desember 2019 di Jakarta. Jumlahnya nanti akan mencapai 30 orang peserta.

Lian lubis yang ditunjuk sebagai pelaksana UKW gelombang kedua bersama Proyogie dan Christy siap membantu administrasi peserta MO, sekaligus memberikan pra UKW seperti diharapkan Ketua PWI Jaya agar kompetensi peserta 100 persen. (GI)

Edt: Redaksi (AN)