KH. Hafidin S.Ag: Siap Membangun Generasi Muda Banten Dari Cilegon

Foto: (Ist)

“Kesan terhadap Banten sebagai kota bersejarah dan perjuang tidak bisa diabaikan”

Oleh: Jacob Ereste

Jakarta (Bintangtimur.net) – Pertemuan informal sejumlah tokoh pergerakan yang digagas KH. Hafidin S.Ag di Celegon, Banten sepakat mensinergikan potensi Komunitas Pesantren dengan berbagai elemen masyarakat lainnya terutama kaum buruh, mahasiswa dan kalangan LSM serta kaum pergerakan untuk mempercepat pembangunan sumber daya manusia di Banten agar dapat mengantisipasi tantangan dan menghadapi perkembangan zaman, utamanya dalam bidang iptek dan teknologi informasi dan komuniksi.

KH. Hafidin S.Ag siap memfasilitasi untuk merealisasi gagasan ini dengan segera mengadakan beragam training, pelatihan hingga pendidikan praktis yang lebih bersifat terapan bersama Garpu (Gerakan Perubahan), Atlantika Institut Nusantara, Komunitas Buruh Indonesia dan Jurnalis Indonesia Bersatu, bahkan siap menjalin kerja sama atau koalisi bersama Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) untuk membangun kembali masa kejayaan Banten saat menghadang kaum penjajah dari Sunda Kelapa.

Aktivis Muslim Arbi Koordinator Garpu (Gerakan Perubahan), aktivis HMI dan alumnus ITB 1981 menyatakan siap mendukung sosialisasi dalam upaya penyadaran, pemberdayaan serta pembebasan rakyat dari berbagai ketergantungan pada pihsk manapun.

Karena menurutnya ini semua merupakan langkah nyata untuk menghantar warga masyarakat menggenggam kembali kedaulatan dalam dimensi politik, kemandirian pada aspek ekonomi dan pribadi luhur yang otentik mengakar pada adat istiadat serta tradisi pada leluhur kita yang khas dan tegas memiliki kepribadian yang membanggakan.

Oleh karena itu pun dalam waktu dekat realisasi program aksi akan diawali dengan mengadakan diskusi mendalam mengenai dampak dari RUU Omnibus Law terhadap kaum buruh yang juga telah membuat konsentrasi dunia usaha khususnya di bidang industri, pertanian (petani) serta perikanan (nelayan) seantero jagat Indonesia menjadi resah dan terancam tersisih serta makin terpinggirkan.

Kesan terhadap Banten sebagai kota bersejarah dan perjuang tidak bisa diabaikan. Kesultanan Banten telah membuktikan jasa maupun pengorbanannya untuk kemerdekaan Bangsa Indonesia. Oleh karena itu semangat juang dan kebangkitan generasi muda Banten perlu didukung dan memperoleh tempat.

Sebab tata adat dan budayanya dapat menjadi energi yang tangguh guna menjadi benteng pertahan budaya maupun daya ekonomi dan ketangguhan politik yang mampu menjunjung nilai-nilai etika serta moral mulia sebagai perisai jadi diri Bangsa Indonesia.

Untuk mewujudkan semua ini Muslim Arbi berjanji akan segera merancang program diskusi publik sekaligus Pelatihan Jurnalis terpakai guna membekali kaum muda utamanya buruh dan santri serta mahasiswa agar tidak terjebak dalam pemberitaan hoaks, baik sebagai pelaku maupun yang bisa menjadi korban.

Semua program ini akan segera dimulai pada akhir Maret hingga April 2020. Adapun topik diskusi publik yang berkaitan dampak Omnibus Law bagi kaum buruh dan dunia usaha di Indonesia dia harap bisa memperoleh solusinya yang jitu.

Sedangkan untuk pelatihan dan pendidikan Jurnalistik Terpakai akan diprioritaskan bagi kalangan buruh, santri dan mahasiswa serta pelajar di Cilegon dan Banten sekitarnya, imbuh KJ. Hafidin ketika jumpa di rumahnya pada Minggu 15 Market 2020.

Edt: Redaksi (AN)