Kiat Keluarga Sakinah Mawadah Warahmah

Foto: (Doc. Norman Arief)

“Rumah tangga akan sukses jika dilandasi dengan pondasi ilmu agama”

Oleh : Norman Arief

Depok (Bintangtimur.net) – Pernikahan merupakan ibadah yang memiliki rentang waktu cukup lama. Dengan kata lain meski ajal telah menjemput salah satu pasangan, pernikahan itu tetap memiliki rekam jejak. Bahkan meski usia pernikahan itu sendiri kandas diperjalanan karena satu faktor tertentu, tetap rekam jejaknya tidak akan bisa terhapuskan. Dibawah ini akan diurai secara singkat beberapa tips sederhana yang akan membuat rumah tangga menjadi harmonis.

Ilmu Agama

Rumah tangga akan sukses jika dilandasi dengan pondasi ilmu agama. Ilmu agama pasutri (pasangan suami isteri) yang cukup akan diberi dan mendapat kebaikan dalam rumah tangganya. Ilmu agama inilah yang menjadi landasan utama dalam membina dan menjalani rumah tangga. Rasulullah Saw, bersabda:

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّين

Artinya: “Barangsiapa dikehendaki Allah Swt kebaikan, maka akan dipahamkan ia dalam ilmu agama.” (HR. Bukhari)

Meski sudah berumah tangga tidak ada alasan untuk malas belajar dan saling menasihati demi kebaikan pasutri dalam menjaga pernikahan itu sendiri.

Visi Misi Pernikahan

Tujuan pernikahan Seperti dalam Alquran, surah Ar-Rum ayat 21, adalah Supaya kita bisa hidup damai penuh ketenangan, saling mencintai, saling berikan rasa nyaman, saling melengkapi dan saling membahagiakan.

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, …supaya kamu tenteram”… (Qs.Ar-rum: 21)

Jadi dalam pernikahan harus memiliki visi dan misi dari pasutri akan arah pernikahan itu sendiri. Tidak hanya berlandaskan kecantikan atau ketampanan semata apalagi dilandaskan syahwat duniawi.

Sabar Dalam Mensikapi Persoalan

Tidak ada bahtera rumah tangga tanpa gelombang dan ombak bahkan badai persoalan. Namun sebaiknya dalam setiap persoalan yang timbul baik itu hal sepele maupun prinsip segera diselesaikan secara baik-baik. Salah satu harus bersifat air apabila ada api yang tersulut. Hindari melontarkan kata berpisah atau bercerai selagi marah. Karena tanpa disadari itu akan masuk hukum jatuh talaq dan berakhir dengan penyesalan. Carilah solusi agar persoalan yang sama tidak timbul kembali dikemudian hari.

Allah Swt, berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah supaya kalian beruntung.” (Qs.Ali -Imran: 200).

Ekonomi Keluarga

Banyak pernikahan kandas lantaran faktor ekonomi. Maka hal ini patut dijadikan perhatian bagi pasutri dalam mengelola dan mengatur keuangan. Kunci utama adalah mensyukuri nikmat rezeki materi itu terlebih dahulu, karena memang sudah sifat manusia yang tidak pernah merasa puas.

Maka diperlukan sinergi pasutri dalam mengatur kebutuhan hidup bersama. Sinergi tersebut menentukan skala prioritas akan kebutuhan bersama dihari esok, hindari pemborosan. Karena boros dalam mengatur keuangan akan membuat rancu pembukuan. Rentan dan sensitif apabila ekonomi keluarga tidak stabil.

Allah Swt, berfirman:

وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

“…Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang-orang pemboros itu adalah saudara setan… (Qs. Al Isro: 26-27).

Biasanya isteri yang mendapat amanah dalam mengelola keuangan keluarga. Maka hindari pengeluaran yang tidak berguna. (boros). Dan hendaknya suami lebih giat dalam mencari nafkah.

Sodaqoh

Meski bergaya hidup pas-pasan atau kurang bergelimang harta, bersodaqoh semestinya jangan ditinggalkan. Justru sodaqoh akan menjaga dan menambah rezeki bagi keluarga. Tanamkan berjiwa sosial karena hanya sifat kikirlah yang mempersempit masuknya rezeki.

Rasulullah Saw, bersabda:

مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ – وَلاَ يَقْبَلُ اللَّهُ إِلاَّ الطَّيِّبَ – فَإِنَّ اللَّهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِيْنِهِ، ثُمَّ يُرَبِّيْهَا لِصَاحِبِهِاَ كَمَا يُرَبِّي أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ أَوْ فَصِيْلَهُ، حَتَّى تَكُوْنَ مِثْلَ الْجَبَلِ

“Barangsiapa bersedekah dengan sebutir kurma dari hasil usaha yang baik. dan Allah tidak akan menerima kecuali yang baik. Maka Allah akan menerima dengan tangan kanan-Nya, lalu mengembangkan untuk pemiliknya (yang berinfaq) sebagaimana salah seorang kalian mengembang biakkan anak kuda atau anak untanya, sampai harta itu menjadi sepenuh bukit. (HR. Bukhori)

Dalam hadist yang lain Rasulullah Saw, bersabda:
Tidak akan pernah berkurang harta yang disedekahkan kecuali ia bertambah. (HR.At-Tirmidzi)

Nafkah Batiniah

Kebutuhan dalam berumah tangga harus terpenuhi nafkah lahiriah dan batiniah. Hal ini sebagai perekat keutuhan bahtera rumah tangga, terlebih kebutuhan batiniah. Karena hal ini bagi pasutri merupakan sarana yang membuat suasana menjadi nyaman. Banyak juga perceraian karena faktor batiniah yang tidak terpenuhi. Hal ini patut menjadi perhatian bagi pasutri demi kebahagiaan bersama. Dalam keadaan letih sekalipun salah satu pihak harus bisa memahami agar kebutuhan batiniah tersebut terpenuhi.

Bahkan Allah Swt, memerintahkan dalam Al-Quran terkait hal ini:

فَإِذَا تَطَهَّرۡنَ فَأۡتُوهُنَّ مِنۡ حَيۡثُ أَمَرَكُمُ ٱللَّهُۚ

“…Apabila mereka telah suci, campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu…” (QS Al-Baqarah: 222)

Maka utamakanlah saling memberikan dan menciptakan rasa nyaman demi keutuhan rumah tangga.

Rasulullah Saw, bersabda:
Orang terbaik diantara kamu adalah yang terbaik dalam hal memperlakukan keluarganya, dan aku adalah yang terbaik dalam memperlakukan keluarga. (HR. Ibnu Majah)

Hiburan

Rasa jenuh terkadang memang tidak bisa dihindari, seiring dinamisnya roda kehidupan. Bahkan rasa bosan bisa saja terjadi terhadap masing-masing pasutri. Oleh karenanya diperlukan hiburan sesuai dengan cara yang diinginkan masing-masing pasutri. Mungkin pergi berlibur, rekreasi, atau bahkan mencari variasi dalam berhubungan intim. Sebaiknya hindari rasa bosan menjadi percekcokkan bahkan berujung kepada emosi yang berlebihan. Dan yang lebih buruk lagi memilih perceraian.

Kecenderungan tingkat sensitifitas seorang wanita apabila mengalami pertikaian mudah memilih perceraian. Mungkin sabda Nabi Saw, dibawah ini dapat dijadikan referensi untuk tidak memilih perceraian.

أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا طَلاقًا فِيغَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّة

“Siapa saja wanita yang meminta (menuntut) cerai kepada suaminya tanpa alasan yang dibenarkan maka diharamkan bau surga atas wanita tersebut.” (HR. Abu Dawud)

Disini letak pada niat awal pasutri dalam memutuskan berumah tangga, tidak selamanya harus lalui hari ke hari selalu indah. Oleh karenanya ciptakan suasana nyaman bersama dan mempertahankannya yang lebih utama.

Rezeki Yang Halal

Jika pasutri sudah melintasi point-point diatas namun masih saja lalu lintas persoalan seakan tidak juga usai. Maka disini perlu dievaluasi apakah rezeki yang untuk menafkahi keluarga sudah didapatkan dengan cara yang halal? Karena rezeki yang tidak halal akan jauh dari barokah.

Rasulullah Saw, bersabda:
َ لاَ يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحتٍ إلاَّ كَانَتِ النَّارُ أَولَى بِهِ

“Tidaklah daging manusia tumbuh dari barang yang haram kecuali neraka lebih utama atasnya. (HR. Tirmidzi)

Hindari Melirik Rumput Tetangga

Banyak pasutri tergoda kepada rumput tetangga, mungkin saja karena hal sepele karena dalam berpenampilan lebih menarik rumput tetangga. Itulah gunanya bersolek untuk pasangannya, sepele namun itu menjadi daya tarik tersendiri. Maka perbaikilah penampilan kita dengan tampil didepan pasangan kita dengan tampilan terbaik.

Rasulullah Saw, bersabda:

خَيْرُ النِّسَاءِ مَنْ تَسُرُّكَ إِذَا أَبْصَرْتَ، وَتُطِيْعُكَ إِذَا أَمَرْتَ، وَتَحْفَظُ غَيْبَتَكَ فِيْ نَفْسِهَا وَمَالِكَ

“Sebaik-baik isteri adalah yang menyenangkan jika engkau melihatnya, taat jika engkau menyuruhnya, serta menjaga dirinya dan hartamu di saat engkau pergi.” (HR. Thabrani)

Ibadah Berjamaah

Hadirkan dan pertahankan keimanan pasutri dalam berumah tangga. Karena beribadah kunci turunnya rahmat Allah Swt. Berdoa berjamaah justru akan lebih dikabulkannya hajat. Doa untuk Kebaikan berumah tangga dan melahirkan generasi yang berakhlak menjadi impian setiap manusia. Karena kekuatan doa adalah benteng menuju sakinah, mawadah dan warohmah.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. Al Furqan: 74).

Demikianlah uraian singkat ini semoga dapat bermanfaat dan menjadi referensi dalam menjalani bahtera rumah tangga.
Semoga Allah Swt, menganugerahi kita Keluarga yang Sakinah, Mawaddah, Warahmah.

Edt: Redaksi (AN)