Kita Tidak Bisa Keluar Dari Krisis Dengan Cara Tipu-tipu

Foto: Ist

“Jadi kita tidak bisa melewati resesi ekonomi sekarang ini bersama rezim yang ada sekarang. Sebab untuk mrngatasi krisis diperlukan orang pintar”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Diskusi ba’da Jum’at 4 September 2020 di Rumah Kedaulatan Rakyat Jl. Guntur 49 Setiabudi Jakarta Selatan, tampil sebagai pembicara utama Djoko Edhy Abdurahman, Dr Harjono P. Putro dan Dr. Eggy Sudjana bersama dokter Zulkifli Ekomey.

Mereka memapar masalah “Komunikasi Kebangsaan Menghadapi Krisis Ekonomi dan Pilitik Indonesia 2020”.

Ketua Umum Garda Bumipoetra, Dr. Harjono melihat harus ada dipilih jitu mengenai satu isu untuk dirumuskan guna disosialisasikan sebagai pesan untuk mahasiswa. Karena hanya mahasiswa yang memilki daya gugah untuk membangkitkan semangat dan gairah melakukan perubahan. Jadi mahasiswa harus dibangunkan kepeleduliannya untuk bergerak.

Kecuali itu menurut akademisi dan aktivis kampus ini harus dibangun komunikasi yang berbasis kuat pada media sisosial.

Emak-emak pun bisa menjadi triger untuk membangunkan semangat mahasiswa yang terkesan tidur pulas, tandas Harjono.

Senentara Dr. Eggy Sudjana mengatakan gerakan perlu konsolidasi sehubungan dengan RUU HIP.

Dari pertemuan ini sebagai “Konsolidasi Kebangsaan Menghadapi Krisis Ekonoki dan Politik Indonesia 2020” perlu dicatat karena akan menjadi tonggak sejarah.

Untuk menfembalikan UUD 1945 yang asli kata Eggy Sudjana harus disemangati oleh Dekrit Presiden tahun 1959, kembali kepada UUD 1945 dengan landasan semangat Piagam Jakarta.

Pancasila yang dibuat menjadi RUU itu sebetulnya sudah merupakan tindak pidana. Pancasila itu sifatnya grounslag. Jadi mengubah Pancasila, artinya mengubah pandan hidup bangsa. “Maka itu mereka yang mengusukan HIP harus diusut dan dihukum”.

Intinya nenurut Eggy Sudjana RUU HIP harus di tolak. Mereka yang mengusulkannya harus diusut dan di proses secara hukum. Lalu bubarkan partai politik yang mengusulkannya termasuk anggota dewan yang mendukung RUU HIP, tandas Eggy Sudjana.

Karena itu ia mengajak untuk segera bergerak. “Mulai hari ini juga 4 September 2020, kita akan segera bergerak. Pertama ke Mabes Polri untuk menanyakan nengapa mereka yang “membuat makar” itu tidak diusut. Sebab tindakan mereka bukan delik aduan,” kata Eggy Sudjana yang mau memimpin langsung datang ke Mabes Polri itu nanti.

ForJis (Forum Jaringan Islam) perlu di dukung membangun gerakan bersama seluruh jaringan yang ada.

Dokter Zulkifli mengarakan target untuk mengembalikan UUD 1945 yang asli itu intinya adalah mengembalikan kedaulatan rakyat.

Joko Edhy Abdurahman mengusulkan untuk keluar dari krisis ekonomi sekarang ini, BI perlu dijebalikan berada dibawah Dewan Moneter itu seperti pada haman Orde Baru. Sebab kuta kita sekarang bukan krisis moneter, tapi krisis viskal.

“Jadi kita tidak bisa melewati resesi ekonomi sekarang ini bersama rezim yang ada sekarang. Sebab untuk mrngatasi krisis diperlukan orang pintar. Dan mengatasi krisis Indonesia sekarang tak bisa tipu-tipu. Harus jelas dan sistematis dengan cara yang cerdas. (Jacob Ereste)