Konsumsi Masyarakat Terhadap Jamu Terus Meningkat, Walaupun Sedang Terjadi Pendemi Corona

Foto: Saat GP Jamu sedang membagikan produk jamu secara door to door (Dok. GP Jamu)

“Pemerintah pusat dan daerah sudah berusaha mengupayakan agar virus ini penyebarannya tidak meluas”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Saat ini korban yang terinfeksi Virus Corona (Covid-19) di Indonesia sudah mencapai 686 orang.

Pemerintah pusat dan daerah sudah berusaha mengupayakan agar virus ini penyebarannya tidak meluas. Seperti upaya lockdown di beberapa wilayah, meliburkan para ASN untuk bekerja di rumah, dan meliburkan anak sekolah hingga 2 minggu.

Pemerintah juga membuat tempat karantina di beberapa wilayah bagi masyarakat yang terindikasi positif corona.

Namun, ditengah maraknya virus corona ini, masih banyak masyarakat Indonesia yang menkonsumsi jamu untuk kesehatan tubuhnya.

Seperti di Warung jamu Bukti Mentjos, Salemba, pesanan jamu khususnya jahe terlihat meningkat. Namun dari pantauan Redaksi Warung jamu tersebut tidak melayani bagi pembeli yang minum di tempat, hanya pembeli yang mengkonsumsi di rumah.

Menurut Ketua Umum GP Jamu Indonesia, Dwi Ranny Pertiwi, industri-industri jamu baik besar maupun industri kecil banyak yang membantu para tim medis berbagai rumah sakit.

“Tujuannya tidak lain untuk menjaga kebugaran stamina tim medis dalam bekerja,” kata Ranny kepada redaksi bintangtimur.net melalui pesan WhatsApp, Rabu (25/3).

Ranny mengakui hal tersebut tidak pernah terekspos, dan sebagai upaya serta cara dalam bergotong-royong menghadapi Corona.

“Tidak pernah tereskpos media, tapi ini dilakukan untuk sama-sama bergotong-royong dalam hal mengatasi Corona dengan berbagai cara,” ujarnya. (ZS)

Edt: Redaksi (AN)