Korban Kerusuhan Chile Mencapai Puluhan Orang

Foto: (Ist)

“Kita tidak bisa tenang”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Sebanyak 23 orang dilaporkan tewas dalam unjuk rasa berujung rusuh di Chile. Korban terbaru adalah seorang anak laki-laki berusia 13 tahun.

Pejabat kementerian dalam negeri Chile berkata bocah itu ditabrak mobil van saat demonstrasi di Arica, utara Santiago, ibu kota Chile. Ribuan orang berkumpul lagi pada Jumat (23/11) di Plaza Italia, pusat demonstrasi di Santiago.

“Kita tidak bisa tenang. Kami harus terus mengekspresikan diri karena kami belum mencapai apa-apa, karena penindasan terus berlanjut dan juga (pemerintah) terus menandatangani perjanjian palsu, seperti perjanjian damai,” kata Claudia Ortolani, salah satu pengunjuk rasa seperti dikutip dari AFP, Sabtu (24/11).

Rekan seperjuangan Ortolani bersiap melawan polisi, namun aparat membubarkan kerumunan dengan gas air mata dan meriam air.

Sementara itu, sekitar seratus orang menggelar aksi protes di luar Costanera Center, mal terbesar di Amerika Selatan. Pedemo berhadapan dengan 20 polisi anti huru hara di pintu masuk.

Sejak 18 Oktober 2019, warga Chile melakukan demonstrasi menentang kesenjangan sosial dan ekonomi juga lahan politik yang dikuasai keluarga terkaya di sana. Rancangan konstitusi baru tidak mampu meredam kemarahan warga. Pedemo justru makin beringas hingga terjadi kerusuhan dan pertumpahan darah.

Rancangan konstitusi baru memicu protes sehingga warga turun ke jalan-jalan sekitar ibu kota sejak Kamis (22/11). Pemerintah pun meminta warga untuk tenang. Menteri Dalam Negeri Gonzalo Blumel meminta kekuatan politik untuk mengakhiri kerusuhan, namun tidak digubris

Di Quilicura, utara Santiago, sebuah pusat perbelanjaan dibakar oleh massa. Di Puente Alto, SPBU dan kantor polisi dan area perkantoran diserang.

Sementara itu di Antofagasta pengendara sepeda motor merangsek dan melukai lima orang warga. Gelombang protes dan kemarahan juga terjadi di Valparaiso, Vina del Mar dan Cencepcion.

Krisis ini menjadi yang terburuk dalam tiga dekade demokrasi Chile. Tak hanya korban tewas, kerusuhan Chile membuat dua ribu orang luka-luka termasuk 280 orang mengalami kerusakan mata akibat peluru senapan. Pada Kamis, pihak berwenang menangkap tujuh ratus orang dalam kerusuhan. 

“Situasi ini mempengaruhi kami untuk mengambil alih,” kata jenderal polisi Enrique Basseletti. (APL)

Edt: Redaksi (AN)