Korban Meninggal Akibat Ledakan di Masjid Bangladesh Bertambah

Foto: Ist

“Menurut saksi, ledakan terjadi ketika jemaah sedang menunaikan salat Isya pada Jumat (4/9) lalu. Saat rakaat terakhir, api meletup dan membakar seluruh jemaah”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Korban meninggal dalam peristiwa ledakan akibat kebocoran pipa gas di sebuah masjid di distrik Narayanganj, Bangladesh, bertambah menjadi 24 orang.

Seperti dilansir Associated Press, Senin (7/9), salah satu korban meninggal adalah seorang bocah lelaki berusia tujuh tahun. Dia salat bersama sang ayah ketika peristiwa itu terjadi.

Dalam laporan awal disebutkan ada 16 orang meninggal akibat kejadian tersebut.

Menurut saksi, ledakan terjadi ketika jemaah sedang menunaikan salat Isya pada Jumat (4/9) lalu. Saat rakaat terakhir, api meletup dan membakar seluruh jemaah.

Sebanyak 37 orang yang mengalami luka bakar dilarikan ke rumah sakit umum daerah di ibu kota Dhaka. Kemudian, karena luka yang terlampau parah, 24 orang di antaranya meninggal.

Dokter yang menangani para korban menyatakan para pasien itu dalam kondisi kritis karena luka bakar yang dialami mencapai 90 persen.

Dari hasil penyelidikan, enam pengatur suhu ruangan juga ikut meledak akibat kejadian itu.

Penyelidik menduga kebocoran pipa gas di bawah tanah lantas terperangkap di dalam masjid. Gas itu terjebak karena seluruh jendela dan ventilasi masjid ditutup akibat penggunaan pengatur suhu ruangan. (KR)

Edt: Redaksi (AN)