KPK Diminta Untuk Memeriksa Gubernur DKI Jakarta Terkait Penyalahgunaan IMB Reklamasi

Foto: (Doc. Bintangtimur.net)

“Jangan karena Ada Novel Baswedan di dalam KPK sehingga proses pemanggilan terhadap Anies Baswedan terhambat. Sementara para pejabat pendukung Jokowi malah di tangkap-tangkapin,”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Ketua Presidium RIB (Relawan Indonesia Bersatu) Lisman Hasibuan, mengantarkan petisi ke Gedung KPK untuk segera memeriksa Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan terkait penyalahgunaan IMB Reklamasi dan mengusut tuntas pemborosan anggaran di Pemprov DKI Jakarta.

“Jangan karena Ada Novel Baswedan di dalam KPK sehingga proses pemanggilan terhadap Anies Baswedan terhambat. Sementara para pejabat pendukung Jokowi malah di tangkap-tangkapin,” ujar Lisman kepada wartawan, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jum’at (19/7).

Lisman juga meminta agar KPK selalu bersikap netral dalam pemberantasan korupsi dan tidak boleh ada praktek tebang pilih. Dia juga menyinggung dugaan penyalahgunaan anggaran untuk pembuatan ornamen bambu di kawasan Bundaran Hotel Indonesia

“Kemarin di Bundaran HI sampai ratusan juta bahkan miliaran, hal tersebut merupakan pemborosan anggaran. Untuk itu kami meminta KPK memanggil dan memeriksa Gubernur DKI Jakarta,” tegasnya.

Dalam penyerahan petisi tersebut diterima langsung oleh KPK yang diwakili oleh Humas KPK, Tata.

Ditempat yang sama, Ketua Front Betawi Bersatu (FBB), Meiliana Fauziah Datuk, mewakili sejumlah relawan meminta KPK mengusut dugaan pemborosan anggaran dalam Reklamasi Teluk Jakarta.

“Kami dari relawan merasa miris sekali melihat Gubernur DKI Anies Baswedan, sudah saatnya untuk memperbaiki DKI Jakarta.

Ia juga berharap Gubernur dapat bersatu dan sejalan dengan visi misi Jokowi Presiden Jokowi. Tapi dalam prakteknya semua bertolak belakang.

“Kepada Gubernur Anies Baswedan agar penyalahgunaan mengenai reklamasi, kami minta usut tuntas pemborosan anggaran Pemprov DKI. Kami berharap ini jadi perhatian khusus dari KPK agar jangan sampai terjadi seperti ini,” tutupnya menegaskan. (ZS)

Edt: Redaksin (AN)