Kultum 30 Puisi Para Sufi

Foto: Ist

Penyair yang kuat harus kembali pada khitahnya. Penyair tapi juga scholar. Akademisi. Intelektual. Pemikir”

Oleh: Denny J.A

Jakarta (Bintangtimur.net) – Menyambut Ramadhan. Satu tim menyiapkan kultum 30 Puisi Para Sufi.

Sayapun “dipaksa” mendalami kembali puisi dan sang sufinya, mulai dari Rabiah Adawiyah, Farid Uddin Attar, Hafidz Al Shirazy, Ibn Arabi, Ibn Al Farid, hingga Muhammad Iqbal dan Kahlil Gibran.

Sangat terasa, penyair yang terkenal di masa lalu, Ia tak hanya penyair. Ia juga scholar. Ia juga pemikir. Bahkan juga aktivis.

Ia tak hanya piawai menyusun kalimat indah. Tapi Ia terdepan dalam merespon gagasan zamannya.

Penyair yang kuat harus kembali pada khitahnya. Penyair tapi juga scholar. Akademisi. Intelektual. Pemikir.

Edt: Redaksi (AN)