LBP Takut KAMI Jadi Penebar Pandemi Corona

Foto: Doc. Jacob Ereste

“Aksi para tokoh katanya yang mempertontonkan birahi kekuasaan itu berdampak buruk pada masyarakat”

Oleh: Jacob Ereste

Jakarta (Bintangtimur.net) – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyindir para tokoh berpangkat bintang empat hingga mantan menteri yang berambisi kekuasaan dapat mengesampingkan birahi kekuasaannya di masa pandemi Covid-19. Pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan ini ramai dimuat media sosial pada Jum’at 25 September 2020.

Langgam lagu Melayu yang menyindir itu disampaikan oleh Menko Maritim saat menjadi pembicara di acara Mata Najwa bertajuk “Gerabak-Gerubuk Urus Pagebluk” pada Rabu 23 September 2020 malam.
 
Kata Luhut, “Hari ini kau punya tanggung jawab, mungkin pangkatmu bintang empat, mantan menteri, mantan ketua ini, apakah kamu sudah bertanggung jawab kepada masyarakat di Indonesia?”

Aksi para tokoh katanya yang mempertontonkan birahi kekuasaan itu berdampak buruk pada masyarakat.

“Saya ingin katakan kepada mereka, kalau Anda bikin ribut-ribut dampaknya ada orang yang menjadi korban akibat ribut-ributmu itu,” imbuhnya. Karena itu Luhut mengimbau agar para tokoh-tokoh politik tersebut mengontrol birahi kekuasaannya di masa pandemi Covid-19. Meski Pilkada terus tancap gas tak peduli pada pandemi Corona yang dikuatirkan Luhut itu.

Dia juga garang mengingatkan untuk orang-orang yang berpikiran politik seperti itu perlu dikontrol dulu birahi kekuasaannya. Karena menurut Luhut dengan kumpul ramai-ramai itu bisa kena (Covid-19) dan mati, hanya karena birahi kekuasaan politik saja.

Luhut Binsar Pandjaitan memang enggan menjelaskan secara spesifik siapa sosok tokoh berpangkat bintang empat dan mantan menteri yang disindirnya itu.

Dia juga mengelak jika orang yang disinggungnya itu adalah deklarator KAMI (Kkalisi Aksi Menyelanatkan Indonesia) seperti yabg diduga Najwa Shihab.

Salah satu dekmarator KAMI adalah Jendral Gatot Nurmantyo memang sedang menjadi sorotan sejak deklarasi KAMI Agustus 2020. Secara sporadis KAMI terus disambut dengan acara deklarasi di sejumlah daerah. Ini wajar bila membuat Luhut Binsar Pandjaitan gerah. Karena peranannya pada kabinet Jokowi jilid dua ini Luhut Binsar Pandjaitan seperti menjabat Menteri untuk semua urusan.

Agaknya wajarlah bila Luhut Binsar Panjaitan jadi uring-uringan terkait birahi kekuasaan yang mengabaikan Covid-19 yang baru saja dia terima juga tugasnya dari Presiden. Hanya saja belum jelas bagaimana sikap Luhut Binsar Pandjaitan sendiri dengan birahi mereka yang terus tetap hendak melaksakan Pilkada serentak.

Meski dia jelas-jelas juga telah menegaskan jika pemerintah saat ini sungguh mengutamakan keselamatan masyarakat.

Lalu kesehatan dan keselamatan seperti apa yang bisa menjamin pelaksanaan Pilkada serentak itu tidak berkerumun, tidak menimbulkan klaster pandemi baru yang dapat menjamin rakyat tidak sekarat menuju akhirat?

Edt: Redaksi (AN)