Lemans Kodongan Mencium Aroma Kebohongan Dalam Pengelolaan Gedung Dewan Pers

Foto: (Ist)

“Menurut Lemens, pembohongan yang disampaikan oleh Niken dilakukan dengan membuat daftar pengguna ruangan yang ada di gedung Dewan Pers”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkominfo Rosarita Niken Widiastuti dituding telah melakukan pembohongan publik.

Tudingan tersebut disampaikan Lemens Kodongan selaku pihak yang telah melaporkan tentang adanya dugaan tindak pidana penggelapan sewa gedung Dewan Pers kepada Polda Metro Jaya. Laporan yang disampaikan telah di terima oleh penyidik Polda Metro Jaya pada tanggal 20 Desember 2019 lalu.

Menurut Lemens, pembohongan yang disampaikan oleh Niken dilakukan dengan membuat daftar pengguna ruangan yang ada di gedung Dewan Pers.

Dalam surat yang disampaikan kepada para penghuni gedung Dewan Pers, tercatat ada 34 penghuni. Namun, faktanya penghuni di atap gedung lantai sembilan tidak ada penghuninya.

Pembohongan tersebut terungkap saat akan diantar surat pemeriksaan untuk memberikan keterangan dari penghuni di lantai sembilan oleh Pihak penyidik Polda yang diantar oleh Lemens Kodongan.

“Saya mengantar Penyidik Polda mulai dari lantai dasar hingga lantai delapan. Namun saat kami hendak mengantar surat kepada penyewa di lantai sembilan seperti yang tertera pada lampiran surat pengguna, ternyata dilantai sembilan tidak ada yang berkantor di situ,” ujar salah satu Security.

Penyidik juga nampaknya agak heran, namun akhirnya menitipkan surat pemberitahuan pemeriksaan tersebut kepada salah seorang Security. Lemens Kodongan yang sudah berkantor di Dewan Pers selama lebih dari 20 tahun terhitung sejak tahun 1999 juga merasa aneh.

“Kami memang pernah menempati lantai sembilan yang merupakan atap gedung dan dibuatkan bangunan semi permanen untuk kami tempati. Namun seingatnya, sejak tahun 2006 lantai tersebut sudah tidak di gunakan lagi. Para penghuni dilantai sembilan pindah di lantai tiga.” ujar Lemens.

“Yang saya tau dilantai atap gedung yang kami sebut dulu lantai sembilan tidak pernah ada yang namanya perusahaan PT. Indosat Outdoor, PT.Indosat Misrosel, PT. Indosat Indoor, PT. Solusi Tunas Pratama, (three), PT. Inti Bagus Sejahtera, (Smart fren), PT. Jakarta Infrastruktur Propertindo yang berkantor di lantai 9. Seperti tertera dalam lampiran daftar pengguna ruangan. Mereka hanya menyewa lantai atap gedung hanya untuk memasang antenna,” kata Lemens kepada pihak Penyidik Polda.

Jadi, lanjutnya, kalau Sekjen Kemenkominfo membuat surat kepada penghuni atap gedung, berarti beliau telah membuat berita hoaks. Atau memang beliau tidak mengetahui kondisi di gedung Dewan Pers, dan hanya mendapat laporan dari bawahannya yang di tempatkan di Sekretariat Dewan Pers.

Lemens berharap penyidik Polda Metro Jaya segera memeriksa semua para saksi terkait dan bisa segera menetapkan tersangkanya, harapnya. (AF)

Edt: Redaksi (AN)