Madame Bansos

Foto: Google

“Di klan Soekarno, Puan akan dijadikan Wapres, sedang presidennya ialah Prabowo Subianto”

Oleh: Djoko Edhi (Advokat, mantan Komisi Hukum DPR, Wasekjen DPP KAI, Wasek LPBH, PBNU)

Jakarta (Bintangtimur.net) – Tadinya saya pikir yang disebut Madame Bansos oleh Tempo, adalah Mak Banteng, ialah Megawati Soekarno Puteri. Baru kemarin dulu, dikemukakan oleh Tempo, ialah Puan Maharani, anak dari Megawati. Puan kini menjabat Ketua DPR.

Di klan Soekarno, Puan akan dijadikan Wapres, sedang presidennya ialah Prabowo Subianto yang telah diresmikan dengan jurus nasgor. Setelah Puan jadi pelaku Madame Bansos, kian cantik gelarnya: Wapres Bansos. Tentu saja, PDIP kudu dibubarkan, menurut Perma No 13 tahun 2016 tentang Tata Cara Penanganan Korupsi oleh Korporasi.

Yang dimaksud koorporasi, termasuk badan hukum parpol. Minimal, seperti nasib Setya Novanto yang di copot jabatan Ketua DPR nya karena korupsi EKTP, lalu dimasukkan penjara Suka Miskin. Puan juga niscaya pindah ke Suka Miskin.

Karena jumlah yang di korupsi di atas Rp100 Miliar, sudah jelas hukumannya penjara seumur hidup berdasarkan Perma No 1 tahun 2020. Ini hukum baru yang diterapkan ke semua pelaku korupsi asuransi Jiwasraya (6 orang) dihukum seumur hidup.

Juliari Batubara, andai lolos dari hukuman mati pasal 2 ayat 2 UU KPK, tetap tak lolos dari Perma No 1/2020. Begitu juga Puan Maharani.

Edt: Redaksi (AN)