Makna 74 Tahun Kemerdekaan Bagi Pemuda Indonesia

“Kemerdekaan yang diraih menjadi bukti bahwa Negara Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata”

Oleh: Ceceng Kholilulloh (Sekjend PP HIMA PERSIS, Direktur eksektif Lingkar Reformis)

Jakarta (Bintangtimur.net) – Tahun 2019 Indonesia menginjak usia 74 Tahun kemerdekaan, merupakan usia yang cukup tua bagi sebuah negara. Kemerdekaan Indonesia merupakan anugrah Tuhan Yang Maha Kuasa yang wajib kita syukuri. Saat Indonesia memproklamirkan kemerdekaan negara-negara tetangga masih dalam masa penjajahan dan baru merdeka setelah Indonesia merdeka.

Misalnya Vietnam memperingati hari Nasional pada 2 September 1945, Myanmar meraih kemerdekaan dari Inggis pada 4 Januari 1948, Laos yang dijajah Prancis memperoleh kemerdekaan pada 22 Oktober 1953, Malaysia merdeka pada tanggal 31 Agustus 1957, Republik Singapura berdiri pada tahun 1965, Brunei Darussalam mencapai kemerdekaan sepenuhnya pada tanggal 1 Januari 1984. Bahkan masih banyak negara di dunia masih dalam konflik ketika Indonesia merdeka.

Dalam pembukaan UUD 1945 menyatakan “kemerdekaan ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan”. Masyarakat Indonesia patut berbangga dengan kemerdekaan Indonesia, pasalnya kemerdekaan Indonesia tidak didapat dengan cara yang mudah.

Kemerdekaan Indonesia didapat dengan darah perjuagan para pahlawan melawan penjajahan  dan mempertahankan kemerdekaan dari invasi militer pasca proklamasi. Keringat, darah hingga nyawa dipertaruhkan demi sebuah kemerdekaan.

Mengandung pesan kepada dunia, bahwa setiap bangsa harus memperoleh kemerdekaannya. Dengan keberhasilan perjuangan para pahlawan dan Rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, rakyat Indonesia dapat menikmati kemerdekaanya dari penjajah hingga saat ini.

Kemerdekaan yang diraih menjadi bukti bahwa Negara Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata. Euforia peringatan kemerdekaan cukup tinggi dimasyarakat, terlihat dari kegiatan masyarakat dalam memperingati HUT RI dengan berbagai perlombaan dan kegiatan-kegiatan.

Peringatan HUT RI menjadi pengingat bahwa sebuah perjuangan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh pasti akan berhasil. Makna kemerdekaan perlu diresapi lebih mendalam, perjuangan yang akan datang akan lebih berat tantangannya. Seperti kata Bung Karno, Perjuangan kedepan akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri.

Pernyataan Bung Karno mengingatkan masyarakat agar bisa menahan ego masing-masing ditengah pluralitas bangsa Indonesia. Masyarakat Indonesia perlu saling menghormati dan menghargai perbedaan yang ada, demi terwujudnya persatuan bangsa Indonesia. Kejayaan Indonesia dan Kebangkitan Bangsa tidak akan terwujud tanpa persatuan masyarakat dan pembangunan dengan semangat gotong royong.

Sejatinya, kemerdekaan Indonesia bukan hanya sekedar seremonial pembacaan Proklamasi dan terbebasnya Negara Indonesia dari cengkraman penjajah. Kemerdekaan Indonesia harus mewujudkan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, yaitu negara harus hadir untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia.

Maka sesungguhnya proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 bukan akhir dari perjuangan bangsa Indonesia. Justru tugas generasi muda saat ini adalah mengisi kemerdekaan dengan berjuang mewujudkan amanat dan cita-cita perjuangan bangsa. Gernerasi muda harus turut aktif dalam proses pembangunan bangsa Indonesia.

Indonesia dianugrahi bonus demografi atau Devidence Demographic, berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik), pada kisaran tahun 2020-2030 komposisi penduduk Indonesia mengalami perubahan pada piramida penduduk usia produktif (usia 15-64 tahun) lebih banyak dibandingkan dengan usia non produktif (0-14 tahun dan diatas 64 tahun).

Hal ini menggambarkan tingginya angka produktif diatas 50% dibandingkan usia non produktif. Bonus demografi (Devidence Demographic) bagai dua mata uang yang tidak bisa dipisahkan, ada peluang, ada juga tantangan.

Bonus Demografi akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan mendorong percepatan pembangunan Indonesia melalui peningkatan produksi barang dan jasa, sehingga terjadi peningkatan PDB negara. Beberapa negara berhasil memanfaatkan bonus demografi dengan meningkatnya PDB diantaranya Jepang, Singapore, Hongkong, dan Korea.

Negara-negara tersebut menyiapkan lapangan kerja dan peningkatan SDM. Disisi lain, jika Indonesia tidak mampu memanfaatkan bonus demografi ini, dikhawatirkan akan ada gelombang pengangguran penduduk tidak produktif  diusia produktif.

HUT Kemerdekaan RI ke-74 dengan tema “SDM Unggul, Indonesia Maju” sudah sangat tepat. Pemerintah Negara Republik Indonesia harus lebih fokus pada peningkatan SDM dalam menjawab tantangan bonus demografi.

Pemerintah Indonesia harus menciptakan ruang-ruang pengembangan pemuda melalui pelatihan-pelatihan dan menyediakan berbagai fasilitas pengembangan kepemudaan.

Aspek pengembangan pemuda harus merujuk pada tiga aspek, yaitu; menciptakan suasana yang mendorong pengembangan pemuda (enabling), memperkuat potensi yang dimiliki pemuda melalui penyediaan peluang pemuda semakin bedaya (empowering), dan melindungi dan membela generasi muda yang masih membutuhkan bimbingan dan pendidikan (protecting).

Generasi muda pada umumnya mempunyai karakter inovatif, kreatif dengan ideu-ideu segar, optimis, dan bergerak cepat, energik, dinamis, cepat merespon perubahan, eksekutor program serta mempunyai keinginan kuat untuk mengeksekusi solusi terhadap berbagai masalah.

Disamping itu, tugas pemuda selanjutnya yaitu pemuda Indonesia harus lebih mengutamakan aksi daripada beradu opini di media sesial; bergabung dan membentuk berbagai komunitas sebagai sarana aktualisasi pemuda; kerja keras dan kerja cerdas disertai disiplin tinggi melawan rasa malas; peka terhadap persoalan sosial; cinta damai, menjunjung persatuan dan tidak terlibat konflik sosial dimasyarakat seperti tawuran antar pemuda; dan terus belajar mengembangkan diri, meningkatkan budaya literasi.

Dengan karakter yang dimiliki generasi muda tersebut, dalam hal ekonomi pemerintah harus mendorong generasi muda menjadi wirausaha yang hadal, generasi yang menciptakan pekerjaan. Selain itu pemerintah juga harus membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya, apa lagi kita ketahui jumlah penduduk Indonesia sangat banyak.

Penduduk Indonesia mencapai angka lebih dari 266 juta jiwa menunjukan betapa melimpahnya SDM yang dimiliki Indonesia. Pemerintah harus seriaus dalam pengembangan SDM, bukan hanya sekedar jargon-jargon tanpa upaya nyata. Dengan SDM yang hadnal, banyak sarana pengembangan masyarakat, lapangan kerja melimpah, produktifitas tinggi, maka Indonesia akan mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju.

Pekikan Bung Karno yang berbungi “berikan aku 10 pemuda, maka akan kugoncang dunia!” adalah pesan yang sangat relevan bagi saat ini. Pemerintah menyiapkan bergabai intrumen pendorong pemgembangan SDM khususnya dikalangan pemuda, sementara generasi muda terus bergerak mengembangankan potensi diri. Dengan begitu, pemuda Indonesia akan siap menggoncangkan dunia, membawa negara ini kedepan pintu kejayaan bangsa, berdaulat, adil dan makmur.

Edt: Redaksi (AN)