Makna Dan Sejarah Hari Ibu

Foto: (Doc. Anton Nursamsi)

“Selamat hari Ibu, jayalah selalu wanita indonesia”

Oleh: Anton Nursamsi

Jakarta (Bintangtimur.net) – Seperti udara…
Kasih yang engkau berikan…
Tak mampu ku membalas…
Ibu…

Penggalan lirik diatas dari lagu sang maestro musik Iwan Fals. Lagu itu mencerminkan tentang kasih sayang seorang ibu kepada anak-anaknya, dimana kasih sayang itu diberikan dengan tulus kepada anaknya.

Mengingat kata ibu, bahwa sekarang jatuh pada tanggal 22 Desember. Dimana semua lapisan masyarakat di negara kita mungkin sudah tahu bahwa hari ini disebut sebagai hari ibu. Di negara barat disebut dengan istilah ‘mother’s day’.

Tapi sebelumnya, apakah sudah tahu makna sebenarnya dan bagaimana awal mulanya hari ibu itu terlahir?

Mungkin sebagian besar banyak yang belum tahu maknanya, hanya mengikuti trend saja.

Ketika hari ibu tiba, bukan berarti kita harus menyayangi ibu seharian, atau bahkan memberikan hadiah spesial dan hal-hal lainnya, bukan itu maksud dari hari ibu tersebut. Persepsi yang keliru jika hal tersebut yang dipahami selama ini.

Awal mula terciptanya hari ibu adalah ketika diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan kongres perempuan indonesia 1 pada tanggal 22-25 Desember 1928 di Gedung Mandalabhakti Wanitama, Yogyakarta. Yang dihadiri beberapa pejuang wanita dari 12 kota di Jawa dan Sumatera.

Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah terbentuknya kongres perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

Para pejuang perempuan tersebut berkumpul untuk menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib perempuan.

Para pejuang perempuan itu mengkritisi mengenai persatuan perempuan Nusantara, peranan perempuan dalam perjuangan kemerdekaan, peranan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa, perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu serta balita, dan lain sebagainya.

Secara resmi tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu adalah setelah Presiden Soekarno melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 menetapkan bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga saat ini.

Pada awalnya peringatan hari ibu adalah lebih untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dari berbagai latar belakang dan berbagai daerah untuk bersatu dan bekerjasama.

Akan tetapi, peringatan hari ibu yang terjadi di indonesia khususnya sekarang lebih mengarah pada peran seorang ibu dalam rumah tangga atau hari ibu seolah hanya melibatkan kasih sayang seorang ibu dan anak.

Padahal jika kita melihat di kamus besar bahasa indonesia (kbbi), makna ibu bisa diartikan sebagai panggilan umum perempuan. Baik yang sudah bersuami maupun belum bersuami, karena pada akhirnya semua perempuam adalah calon-calon ibu bagi anaknya kelak.

Jadi, makna dari hari ibu yang sebenarnya bukan berarti kita memberikan hadiah spesial, menyayangi ibu seharian dan lain sebagainya seperti halnya budaya barat. Namun lebih kepada mengenang semangat dan perjuangan perempuan dalam upaya memperbaiki kualitas bangsa kita.

Kalau kita melihat sejarah dari lahirnya hari ibu, lebih tepat tanggal 22 Desember kita maknai sebagai hari perempuan indonesia. Karena pada saat itu para perempuan menyatukan dirinya dalam sebuah organisasi untuk memperjuangkan nasibnya dalam masa kolonial belanda. Mereka menyatukan cita-cita memajukan perempuan indonesia.

Kaum wanita tetaplah menjadi wanita meski perjuangan atau karir yang ditempuh gemilang.

Selamat hari Ibu, jayalah selalu wanita indonesia.

Semoga bermanfaat.

Edt: Redaksi (AN)