Mantan Waketum Hanura: OSO Sebaiknya Mengundurkan Diri Bukan Menyalahkan Orang Lain

Foto: (Ist)

“OSO yang harus bertanggungjawab atas kegagalan Hanura lolos ke Senayan, bukan menyalahkan orang lain,”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Mantan Wakil Ketua Umum (Waketum) Hanura periode awal kepemimpinan Oso, Wishnu Dewanto merespon tudingan Osman Sapta Odang (Oso) yang menyalahkan Wiranto atas kegagalan Hanura ke Senayan.

“OSO yang harus bertanggungjawab atas kegagalan Hanura lolos ke Senayan, bukan menyalahkan orang lain,” imbuhnya.

“Saya justru melihat bahwa yang pantas dipersalahkan itu adalah Oso sebagai ketua umum. Dia harus bertanggungjawab menjadi pemimpin  tertinggi dalam sebuah parpol,” lanjut Wishnu.

Menurutnya Oso tidak tepat, tidak etis dan memalukan menyalahkan kegagalannya kepada Wiranto. Padahal, lanjut dia, Oso menjadi ketua umum atas pertimbangan Wiranto.

Wishnu mengungkapkan bahwa Wiranto sudah memberikan modal politik yang sangat besar. Wiranto dua kali membawa Hanura lolos Pemilu tahun 2009 dan 2014 lolos waktu PT 3,5% dengan meraih 5,26% suara nasional.

Sementara Oso dua kali pula gagal membawa partai. Sekali sebelum hanura. Sekarang Hanura. Jadi masyarakat sudah paham dan cerdas siapa yang pantas dipersalahkan.

“Makanya cerminan Hanura itu tidak dipilih untuk masuk ke parliamentary threshold (PT) itu cerminan rakyat melihat figur Oso sudah tidak pantas dan tidak laku dijual. Terlebih dari itu manejemennya buruk,” tegas Wishnu.

Wishnu yang kini menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Masyarakat Cinta Masjid Indonesia (MCMI), Ormas Islam yang berbasiskan Masjid di 34 Propinsi mempertanyakan bagaimana pertanggungjawaban terhadap Oso yang mengganti AD/ART partai di rapimnas.

“AD/ART di lakukan pada Rapimnas Hanura 2017 di Bali yang merubah kewenangan Ketua Dewan Pembina Hanura. Penggantian AD/ART di rapimnas itu inkonstitusional, ilegal. Sedang mengganti AD/ART itu forumnya adalah Munas,” kata Wishnu.

Wishnu juga menyinggung Hanura merupakan partai satu-satunya yang dari partai lama dan partai koalisi 01 yang tidak lolos PT.

“Jadi dari segala sisi saya pikir soal Hanura, bukan mengganti pengurusnya yang penting. Yang paling penting mengganti ketua umumnya,” pungkas Wishnu.

Foto: (Ist)