Megawati Sebut Kebutuhan Pangan Diperlukan di Tengah Ancaman Resesi

Foto: Ist

“Kalau sekiranya terjadi resesi, tentu kita tidak berharap, salah satu untuk menahan itu adalah kebutuhan pangan itu terjamin,”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyebutkan, jaminan kebutuhan pangan sangat penting di tengah ancaman resesi ekonomi.

“Kalau sekiranya terjadi resesi, tentu kita tidak berharap, salah satu untuk menahan itu adalah kebutuhan pangan itu terjamin,” kata Megawati saat memberikan arahan saat pengumuman 75 pasangan calon kepala daerah yang diusung PDIP secara virtual, di Jakarta, Selasa.

Salah satu cara untuk menjamin kebutuhan pangan itu, lanjut dia, dengan menanam tanaman pendamping beras karena Indonesia belum swasembada beras.

“Baru saja belum lama saya bilang kepada para pemimpin di daerah, kepala daerah sekitar 174 untuk menanam yang namanya itu pendamping beras, nanti ada 10 macam. Namun, gerakannya lambat sekali. Saya tidak mengerti apa yang ada di pikiran mereka,” kata Megawati.

Oleh karena itu, Megawati meminta agar para kader PDIP yang berada di DPD dan DPC mampu mengerjakan hal itu mengingat produksi beras nasional belum swasembada.

Menurut dia, kalau sudah swasembada pangan, mengapa harus dilakukan impor.

“Coba bayangkan, untuk apa impor? Hanya menguntungkan sebagian orang saja. Kalau bisa swasembada, artinya siapa yang nanti diuntungkan, ya petani,” ujarnya menegaskan.

PDIP sendiri selalu memegang obor masa depan dan tetap menjawab bagi terwujudkan Indonesia yang berdaulat, berdikari, adil dan makmur.

“Maka aktualisasi saat ini seluruh kader partai saya instruksikan untuk mengejar kemajuan dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dan juga kedepankan riset dan inovasi sebagai basis kebijakan publik,” tuturnya.

Hal lain yang menjadi instruksi Megawati bagi calon kepala daerah itu tentang pentingnya mengeluarkan kebijakan berdasarkan riset dan inovasi guna menjawab tantangan perkembangan teknologi yang berujung kemaslahatan masyarakat. (KR)

Edt: Redaksi (AN)