Melawan Neoimperialisme di Indonesia

Foto: (Ist)

“Aktivis senior dan tokoh Angkatan 66, Benny Akbar Fatah diharap dapat memoderatori diskusi santai tapi pasti seru ini”

Oleh: Jacob Ereste

Jakarta (Bintangtimur.net) – Ekspansi investasi bisnis dan pekerja China di Indonesia perlu kita waspadai dalam perang global proxy war, Jika Indonesia ingin selamat maka ekspansi China adalah bahaya paten yang harus dilawan.

Beginilah materi diskusi yang akan menjadi tajuk bincang pada acara “Ngopi bareng sambil diskusi di Rumah Kedaularan Rakyat, Jl. Guntur 49 Menteng, Jakarta Selatan pada ba’da Jum’at, 26 Juli 2019 pukul 15.30 sampai selesai, ujar Muhamad Nur Lapong SH, Direktur Eksekutif ForJIS.

Temanya adalah: “Membedah Bahaya Neo Imperialisme China Daratan di Indonesia”, kata Nur Lapong seraya mengungkap sejumlah narasumber yang akan memaparkan pandangannya seputar topik di atas.

Ada Dr. MD Laode MSi, Penulis Buku Trilogi Pribumisme, DR. Ir. Sri Bintang Pamungkas, selaku Presedium Pemerintahan Transisi dan Drs. Hendrajit, MSi Pengamat Geo Politik Strategi Internasional serta Letnan Jendram (Purn) Syarwan Hsmid, Mantan Menteri Dalam Negeri RI era Orde Baru, Presiden Soeharto.

Aktivis senior dan tokoh Angkatan 66, Benny Akbar Fatah diharap dapat memoderatori diskusi santai tapi pasti seru ini. Sebab berbagai gagasan besar untuk menjadi jalan pintas dalam upaya untuk menyelamatkan negeri ini bakal dipapar para dedengkot kaum pergerakan ini.

Edt: Redaksi (AN)