Melvin Edward Dituntut Hukuman Enam Tahun Penjara Oleh Jaksa Penuntut Umum

Foto: (Suasana sidang terdakwa Melvin Edward di PN Jakarta Barat, Kamis (27/2/2020)/ist)

“berlaku sopan dalam persidangan, mengakui kesalahannya, dan belum pernah dihukum”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Jaksa Penuntut Umum Tri Megawati menuntut Melvin Edward Pontoh dengan hukuman pidana penjara enam tahun dan enam bulan penjara potong tahanan sementara.

Selain itu, jaksa juga menuntut terdakwa dikenai denda Rp1 miliar atau diganti subsider dengan hukuman kurungan selama enam bulan.

“Menyatakan terdakwa Melvin Edward Pontoh telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dalam dakwaan subidair Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI No 35 Yahun 2009 tentang Narkotika,” ungkap Jaksa Tri Megawati dalam sidang pembacaan tuntutan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, beberapa waktu lalu, Kamis (27/2/20).

Pasal 112 ayat (1) UU Narkoba menyangkut tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, atau menguasai atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman.

Jaksa mengenakan tuduhan subsider ini untuk menuntut Melvin.

Namun, Melvin lepas dari tuntutan primer tentang transaksi narkoba, yaitu tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I.

Pasal ini biasanya dikenakan untuk para pengedar barang laknat itu.

Dalam pertimbangannya, Jaksa Tri Megawati menyebutkan hal yang memberatkan Melvin adalah dapat merusak generasi muda dan peners bangsa, serta tidak mendukung program pemerintah yang sedang giat-giatnya memberantas penyalahgunaan narkoba.

Sedangkan yang meringankan terdakwa, kata Jaksa, “berlaku sopan dalam persidangan, mengakui kesalahannya, dan belum pernah dihukum”.

Dengan tuntutan jaksa ini, Melvin diklasifikasikan sebagai pemakai sehingga masih ada harapan untuk melakukan pembelaan diri dalam tahapan sidang berikutnya.

Tahapan-tahapan sidang lanjutan antara lain adalah pembelaan atau pledoi dari advokat Melvin, dalam hal ini T Bintang El Thamrin.

Selanjutnya, jaksa akan mengajukan replik atau tanggapan atas nota pembelaan advokat terdakwa. Lantas advokat masih berkesempatan mengajukan duplik atau tanggapan terhadap replik jasa.

Setelah itu majelis hakim yang diketuai Rita Elsy akan membacakan putusan atau vonis terhadap terdakwa.

Sebelumnya, advokat T Bintang el Thamrin mengemukakan, sesuai dengan alat bukti dan keterangan saksi, Melvin lebih layak mendapat vonis rehabilitasi dari ketergantungan terhadap narkoba.

“Sedangkan putusan pidana dikhawatirkan hanya akan menjerumuskannya ke situasi yang lebih buruk lagi,” ujar dia.

Yang disita dari tangan Melvin memenuhi syarat menjalani rehabilitasi dan justru belum termasuk klasifikasi tindak pidana penyalahgunaan narkoba.

“Acuannya adalah Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) No 4 Tahun 2010 tentang Penempatan Penyalahgunaan, Korban Penyalahgunaan dan Pecandu Narkotika ke Dalam Lembaga Rehabilitasi Medis dan Rehabilitasi Sosial. Jelas pada Poin 2 butir b,” papar Bintang.

Poin 2 butir b dalam SEMA No 4 Tahun 2010 menyebutkan bahwa yang dapat diklasifikasikan sebagai tindak pidana narkoba jika pada saat tertangkap tangan ditemukan barang bukti satu hari untuk kelompok methampetamine (sabu) sebanyak satu gram atau lebih.

Sedangkan barang bukti yang ditemukan dalam tangkap tangan Melvin hanya 0,41 gram, di bawah 0,5 gram.

Begitu juga saksi dokter dan psikiater Bambang Eka Purnama dari Yayasan Gagas mengemukakan Melvin layak untuk menerima rehabilitasi karena baru menjadi pemakai tahap ketiga, belum mencapai ketergantungan yang sulit dipulihkan.

Namun, semuanya masih dalam proses persidangan. Sidang ini sendiri berlangsung relatif panjang lantaran sidang pertama dimulai pada November 2019.

Sementara penahanan Melviin juga sudah diperpanjang berkali-kali hingga sudah lebih dari enam bulan.

Melvin tertangkap tangan mengkonsumsi narkoba jenis sabu (methampetamin).

Polisi menangkapnya pada Kamis dinihari, 13 Juni 2019, di apartemen Mediterania, Grogol, Petamburan, Jakarta Barat dengan barang bukti sabu seberat 0,41 gram kotor. (ZS)

Edt: Redaksi (AN)