Memelihara Selain Allah Swt Dihati

Foto (Doc. Norman Arief) : Iya…Ternyata kita belum berarti apa-apa. Bahkan khianati Allah Swt. Ke Islaman kita hanya sebatas identitas”

Oleh : Norman Arief

JAKARTA (Bintangtimur.net)

Hmmm…
Sruput kopi “Tauhid” begitu nikmatnya. Tembakau “Iman” menambah kenyamanan batin.

Iya…
Akhirnya lamunan itu terjadi akibat dahsyatnya sruput kopi “Tauhid”.

Iya…
Ternyata kita belum berarti apa-apa.
Bahkan khianati Allah Swt. Ke Islaman kita hanya sebatas identitas.

Iya…
Kita mengucapkan La illaha illallah, namun mengkhianatinya.

Iya…
karena dalam batin kita ternyata terdapat banyak Tuhan selain Allah Swt.

Ketakutan kita pada kekurangan materi, ketakutan pada atasan yang dzhalim, bahkan ketakutan kita pada penguasa dan pemimpin berarti memperTuhankan selain Allah Swt.

Dan…

Bersandarkan pada kemalasan, kemaksiatan, dan hiruk pikuk duniawi tanpa arah berarti kita telah menganggap itu sebagai Tuhan yang baru. Bahkan setiap saat kita ternak “Tuhan” dalam batin.

Iya…
Telah bersandar pada selain Allah Swt.

Hmmm…
Bagaimana kita katakan La illaha illallah, sedangkan di hati terdapat banyak Tuhan.

Iya…
Segala sesuatu selain Allah Swt, yang menjadi sandaran dan perlindungan kita adalah berhala.

Dan…
Kopi “Tauhid” tidaklah bermakna apa-apa jika disertai dengan syirik dalam hati.

Iya…
Mari tinggalkan kemusyrikan dan beternak Tuhan.

Iya…
Bertauhidlah hanya kepada Allah Swt. Dialah pencipta dunia dan seisinya.

Hmmm…
Saatnya napak tilas kebenaran. Dan saatnya bangkit atas kekhilafan memelihara dan beternak Tuhan-tuhan palsu bin penipu.

Edt: Redaksi (AN)