Mempola “Gula-gula” Menjadi Raksasa Ekonomi Dunia

Foto: Doc. Ali Mahsun Atmo

“Kita mampu asal mau karena segala segenap prasyarat serta syaratnya ada di negeri dan bangsa kita,”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Semua harus ditata dengan rapi biar bagus dan kokoh. Harus ada dijalan ditengah-tengah. Tidak boleh di tepi jalan sebelah kiri ataupun kanan. Harus perkokoh kerukunan, kebersamaan, kesatuan dan persatuan antar warga bangsa, serta merangkul dan bersahabat dengan siapa saja tanpa pandang asal usul dan latar belakangnya. Itulah bagian makna mendasar dari Bhineka Tunggal Ika.

Jejaring laba-laba kekuatan dan potensi ekonomi rakyat adalah sangat besar tatkala terkelola dengan baik diatas gerakan ekonomi dari, oleh dan untuk rakyat. Dan lebih dari itu semua.

Menurut Ali Mahsun Atmo selaku presiden GBN, tatkala teragregasikan dengan segenap kekuatan elemen bangsa dan sumber daya nusantara yang sangat melimpah didukung kemajuan teknologi akan segera menjelma sebagai Raksasa Kekuatan Ekonomi Dunia.

“Meminjam judul lagu Ratu Dangdut, Elvy Sukaesih, segera mejelma jadi ‘gula-gula’ yang termanis rasanya dan terdahsyat daya magnetnya di dunia. Tentunya dengan siapa pun pathnership-nya harus diperuntukkan sebesar-besarnya bagi rakyat nusa bangsa dan segenap mahluk yang ada dibumi nusantara rengkuh kembali sebuah keadilan dan kesejahteraan gapai kembali kejayaan Nusantara yang adil makmur dan adidaya. Kita mampu asal mau karena segala segenap prasyarat serta syaratnya ada di negeri dan bangsa kita,” ujar Ai Mahsun Atmo saat melakukan pertemuan dengan tokoh muda bngsa, Anjar Rachman didampingi Wasekjen GBN Barri Pratama di Jakarta Selatan Senin (28/9) sore-malam. (AF)

Edt: Redaksi (AN)