Mengapa TKA Dibiarkan Masuk Dan TKI Dibiarkan Keluar

Foto: (Ist)

“Dalam konteks inilah gugatan sejumlah pihak untuk kembali kepada UUD 1945 yang asli bisa dipahami”

Oleh: Jacob Ereste

Jakarta (Bintangtimur.net) – Dilema antara tenaga kerja asing (TKA) dan tenaga kerja Indonesia (TKI), logikanya harus bisa ditertibkan oleh pemerintah sehingga TKI tidak lagi perlu berbondong-bondong bekerja di luar negeri dengan memberi priotitas kerja bagi TKI untuk memperoleh pekerjaan di negerinya sendiri.

Sementara TKA yang semakin meresahkan kehadirannya di Indonesia tidak terus dibiarkan hingga menyulut kemaran rakyat yang mulai gerah dan menimbulkan keresahan dimana-mana di berbagai daerah pelosok tanah air.

TKA yang terus masuk membanjiri penjuru negeri kita, seperti ada pembiaran yang terselubung yang telah membuat rasa curiga warga masyarakat serta was-was, khawatir pada akibatnya bisa menimbulkan masalah besar yang tidak bisa dibayangkan akibat buruknya bagi semua pihak.

Termasuk bagi TKA yang sangat terkesan menyerbu secara agresif kesempatan kerja yang ada di dalam negeri. Peluang kerja di dalam negeri bagi TKI kita saatnya dapat perhatian serius dari semua pihak, utamanya para pemangku kepentingan agar tidak sampai menjadi masalah yang vatal akibat rasa pengabaian dan senjangnya perlakuan bagi warga bangsa yang patut mendapat perlindungan dan pekerjaan seperti amanat UUD 1945.

Dalam konteks inilah gugatan sejumlah pihak untuk kembali kepada UUD 1945 yang asli bisa dipahami, agar pemerintah selaku penyelenggara negara segera menunaikan tugas dan fungsinya yang berkewajiban melindungi segenap warga bangsa Indonesia dari segala bentuk ancaman, termasuk tekanan dari bangsa asing dalam bentuk apapun.

Edt: Redaksi (AN)