Mengenal Lebih Dekat Olahraga Boccia

Foto (Ist): olahraga khusus para penyandang cerebral palsy ini sudah diperkenalkan di ajang olahraga multi event Paralimpiade 1984

JAKARTA (Bintangtimur.net) – Boccia menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di Asian Para Games 2018. Olahraga ini memang masih terdengar asing lantaran belum ada satu tahun diperkenalkan di Indonesia.

Namun, olahraga khusus para penyandang cerebral palsy ini sudah diperkenalkan di ajang olahraga multi event Paralimpiade 1984. Terdapat tiga nomor pertandingan di boccia, yakni nomor individu, pasangan, dan beregu yang pemainnya terdiri dari tiga orang BC 1 (1 orang) dan BC2 (dua orang).

Dilansir dari Kompas.com, untuk nomor individu, ada empat kategori pertandingan, yakni BC1, BC2, BC3, dan BC4. Boccia merupakan permainan melempar bola dengan tujuan mencapai atau mendekati satu target atau titik.

Ada 3 warna bola dalam Boccia, yakni putih, merah, dan biru. Bola putih disebut dengan bola Jack yakni sasaran lempar bola merah dan enam bola biru yang dipegang tim. Tim yang mendapatkan poin adalah tim yang hasil lemparan bolanya paling mendekati bola Jack. Semakin dekat jarak bola dengan sasaran, semakin besar kesempatan untuk memenangi pertandingan.

Jarak bola dihitung menggunakan alat ukur yang berbentuk seperti jangka. Pelemparan bola dilakukan bergantian. Durasi pertandingannya juga berbeda di setiap nomor. Durasi empat menit untuk individu, lima menit untuk pasangan, dan enam menit untuk beregu.

Ukuran lapangan boccia adalah 12,5 meter x 6 meter. Lapangan 2,5 meter untuk area wheelchair dan 10 meter sisanya untuk area pertandingan. Tim Indonesia akan mengirimkan delapan atlet untuk bertanding dalam 5 nomor di kelas BC1, BC2, dan BC4 di Asian Para Games 2018. Atlet maupun official tidak menargetkan medali mengingat pesaing, seperti China, Korea Selatan, dan negara asia lainnya telah mengenal dan mendalami olahraga ini jauh lebih dulu daripada Indonesia.

“Target di Asian Para Games bisa bermain semaksimal mungkin dan memberikan yang terbaik. Karena boccia juga olahraga baru di Indonesia. Apalagi saya belum ada satu tahun di pelatnas,” kata Fendy Kurnia Pamungkas, salah satu atlet boccia yang akan mewakili Indonesia di Asian Para Games 2018.

Meskipun tidak menargetkan medali apapun, tim Indonesia tetap serius mempersiapkan kemampuan tim dengan mengirim atlet mengikuti training camp di Korea Selatan pada Agustus lalu. Banyak ilmu dan pengalaman yang didapatkan para atlet selama mengikuti training camp di Korea. Di antaranya, mendalami teknik dan strategi permainan serta meningkatkan uji mental bertanding agar semakin siap menghadapi Asian Para Games yang dalam beberapa hari lagi dimulai. (Rf)

Leave a Reply

Your email address will not be published.