Menjelang Bulan Suci, Harga Bawang Merah Merosot

Foto (Ist): “Pasti senang. Bawang merah kan kebutuhan paling pokok masalah bumbu. Apalagi kita ini Insya Allah seminggu lagi mau puasa”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Menjelang puasa Ramadhan 1440 Hijriyah, harga bawang merah tak seperti harga bawang putih yang melonjak. Harga bawang merah malah merosot di pasaran.

Berdasarkan data dari Dinas Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyebutkan harga bawang merah di pasaran, seperti di pasar induk Mandalika, Kebon Roek dan Pagesangan, Kota Mataram.

Di pasar Kebon Roek Ampenan misalnya, harga bawang merah per 29-30 April 2019 seharga Rp30.000 per kilogram. Di pasar induk Mandalika per 29 April 2019 seharga Rp27.000 per kilogram, dan turun menjadi Rp20.000 per kilogram pada 30 April 2019 kemarin.

Sementara di pasar Pagesangan, memang harga bawang merah lebih tinggi dibandingkan dari pasar induk yang lain. Dimana pada 29-30 April 2019, harga bawang merah mencapai Rp37.000 per kilogram. Sedangkan bahan pokok lain selain bawang putih, harganya relatif normal per 30 April 2019 kemarin.

“Pasti senang. Bawang merah kan kebutuhan paling pokok masalah bumbu. Apalagi kita ini Insya Allah seminggu lagi mau puasa,” kata Zurriatun saat ditemui di pasar induk Mandalika, Kota Mataram, Rabu (1/5).

Ia mengaku senang dengan turunnya harga bawang merah. Karena menurutnya bawang adalah bumbu utama untuk memasak.

“Kita kan persiapan buat puasa nanti. Mumpung sekarang lagi murah, ya kita beli banyak aja. Siapa tahu besok lusa harganya naik lagi,” ungkapnya.

Ia mengaku dalam sehari menggunakan bawang hingga 1/4 kilogram. Dari sarapan hingga makan malam. Bahkan menurutnya bisa lebih banyak.

Karena itu, berhubung harga bawang merah sedang murah, maka ia berencana untuk membeli lebih banyak lagi guna persiapan untuk kebutuhan selama bulan puasa.

Edt: Redaksi (AN)