Menkopolhukam Gelar Forum Komunikasi Dengan Tokoh Masyarakat Papua

Foto: (Ist)

“Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan doa pembuka kegiatan”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Dalam rangka kunjungan kerja ke Papua, Menkopolhukam Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD., S.H., S.U., M.I.P menggelar forum komunikasi dengan tokoh masyarakat Papua, bertempat di Balrom Cenderawasih 2 Swissbell Hotel Kota Jayapura, Sabtu (30/11/2019) pukul 10.10 WIT.

Hadir dalam kegiatan yakni, Wakil Mentri PUPR Jhon Wempi Waitipo S.H., M.H, Wakil Gubernur Prov. Papua Klemen Tinal, S.E., M.M., Wakil Walikota Ir. H. Rustan Saru, MM, Pdt. Dr. Bertus Tabuni, SE, M.Si Ketua Sinode Kingmi, Matius Murib Direktur Pak Ham Papua, Frits Ramandey S.Sos MH. Perwakilan Komnas HAM Papua, Ketua PBNU Papua Tonny Wanggai, para tokoh agama dan tokoh masyarakat Papua.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan doa pembuka kegiatan.

Wakil Gubernur Provinsi Papua Klemen Tinal, S.E., M.M., pada sambutannya mengatakan bahwa pemerataan warga Papua yang dimana warga Papua ini semua adalah orang Papua dan tidak ada pendatang, yang ada yaitu orang asli Papua dan orang lama yang sudah tinggal di Papua.

“Pemerintah Provinsi Papua merupakan perwakilan dari Walikota maupun para Bupati yang berada di daerah dan bersentuhan langsung ada untuk menangani permasalahan di Papua. Diskriminasi positif dalam bentuk otonomi secara umum dari pemilihan pejabat daerah seperti Gubernur Walikota ataupun pejabat daerah lainnya,” ucap Wakil Gubernur.

Wakil Menteri PUPR Jhon Wempi Waitipo S.H., M.H, pada kesempatannya menyampaikan bahwa komitmen Papua harus lebih maju dari tahun sebelumnya dengan perhatian penuh dari pemerintahan presiden yang sering memantau langsung ke Papua.

“Mari Kita bersama-sama membangun Papua dari kemanan, keadilan dan kesamarataan,” ucap Wakil Menteri PUPR.

Menkopolhukam Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD., S.H., S.U., M.I.P pada kesempatannya mengatakan bahwa bio politik yang bernama Indonesia gambaran sebagai pemersatu bangsa yang selalu ingin mamajukan Papua seperti wilayah di Jawa.

“Permasalahan ketertinggalan insfrastruktur, transportasi, telekomunikasi pemerintah Indonesia telah berkerja baik untuk memajukan rakyat ini kebijakan dari presiden. Pemerintah Republik Indonesia memberi kebijakan yaitu afirmasi otonomi khusus kepada Papua, agar Papua maju, mandiri dan (afirmasi) program kebijakan pemerintah Republik Indonesia untuk Papua memberikan pendidikan gratis,” ucap Menko Polhukam. (APL)

Edt: Redaksi (AN)