Move On

Foto: Doc. dr Ali Mahsun Atmo

“Kita wajib menyelamatkan jiwa kita sendiri, jiwa keluarga kita, jiwa konsumen kita, masyarakat, rakyat dan bangsa Indonesia”

Oleh: dr. Ali Mahsun ATMO, M.Biomed (Presiden GBN dan Ketua Umum APKLI)

Jakarta (Bintangtimur.net) – Salam sehat dan optimisme selalu untuk rakyat dan bangsa kita dimanapun berada. Khususnya kepada para pelaku ekonomi rakyat, serta generasi penerus bangsa di mana pun kalian berada yang saya cintai dan banggakan.

Pada sore yang berbahagia ini, Sabtu, 12 September 2020, alhamdulillah, dan do’a kami untuk semuanya, tetap sehat dan optimis selalu walaupun beban kehidupan semakin berat dampak dari situasi dan kondisi yang dihadapi oleh negeri dan bangsa kita yang sudah berjalan 6-7 bulan terakhir.

Insya-Allah dengan selalu berusaha diniati tulus ikhlas, dengan hati murni, bersih dan suci, kerja keras dan cerdas, fokus dan sungguh-sungguh untuk segera bangkit dan hidup normal kembali, serta merengkuh hidup lebih baik, harmoni, aman, dan sejahtera secara berkeadilan segera jadi sebuah kenyataan atas kehendak dan ridho Allah SWT. Aamiin.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air dimanapun berada. Kita memang berada dalam situasi yang sulit. Bahkan semakin hari semakin sulit. Tentunya rakyat, khususnya pelaku ekonomi rakyat sangat menaruh harapan ekonomi segera bergerak kembali sehingga usaha, pekerjaan dan ekonominya maju, daya belinya terdongkrak, hidupnya bisa beranjak sejahtera, tidak terancam kekurangan pangan dan kelaparan, dan biaya sekolah generasi penerus bangsa bisa tertanggulangi sebagaimana sediakala.

Di tengah situasi ekonomi yang semakin hari semakin bauruk, ditengah sebuah realitas yang kita saksikan dengan mata kepala kita sendiri, yang kita dengar bahwa ada sebuah kenyataan saat ini 69% rakyat dan bangsa kita menghadapi sebuah problematik yaitu stress terhadap situasi yang ada.

Namun demikian hal tersebut bukanlah menjadi alasan kita untuk tidak move on. Untuk itu, saya, dr. Ali Mahsun ATMO, M. Biomed. selaku Presiden GBN (Gumregah Bakti Nusantara), yang juga Ketua Umum APKLI tidak pernah berhenti dan tidak pernah lelah untuk terus berupaya agar ekonomi rakyat rodanya segera berputar efektif, dan ekonomi nasional kita segera keluar dari krisis dan ancaman resesi ekonomi nasional.

Satu-satunya pilihan bagi rakyat adalah move on. Yang punya kebun berkebun kembali. Yang punya sawah bertani kembali. Yang nelayan mencari ikan di laut. Yang pedagang berjualan kembali. Tentunya tetap mentaati protokoler kesehatan. Pakai masker, jaga jarak, rajin cuci tangan pakai sabun, dan ditempat berusaha berekonomi disiapkan sabun dan desinfektan.

Kita wajib menyelamatkan jiwa kita sendiri, jiwa keluarga kita, jiwa konsumen kita, masyarakat, rakyat dan bangsa Indonesia. Kita juga wajib memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga kita. Memenuhi kebutuhan pangan, kebutuhan pendidikan. Dan kita wajib untuk segera mengeluarkan negeri ini dari krisis kesehatan maupun krisis dan ancaman resesi ekonomi.

Namun demikian kita sebagai rakyat yang notabene memang dalam sebuah tata kelola bangsa dan negara seseuai dengan Pembukaan UUD 1945 sangat merindukan sebuah perlindungan dari kehadiran negara.

Sekali lagi, sebagai Presiden GBN dan Ketua Umum APKLI kami berharap dengan penuh rasa hormat dan rendah hati kepada Kepala Negara RI, Presiden Joko Widodo untuk mengambil langkah apapun agar jiwa rakyat selamat, kebutuhan pangan rakyat tercukupi, ekonomi rakyat bergerak efektif, daya beli rakyat terdongkrak sehingga hidup rakyat sejahtera berkeadilan.

Krisis kesehatan, krisis dan ancaman resesi nasional harus segera disolusikan secepat-cepatnya. Serta keberlanjutan tata kelola bangsa dan negara kita harus dijamin oleh Pak Jokowi sebagai Presiden RI selaku Kepala Negara.

Walupun demikian, rakyat dan segenap pelaku ekonomi rakyat dan kepada generasi penerus bangsa untuk selalu meningkatkan daya tahan tubuh, kecukupan gizi, tetap sehat, khusunya tidak mudah untuk terpancing atau menjadikan itu sebuah persoalan tatkala di negeri ini orkresta-nya makin tidak berirama, makin tidak bernada, makin jauh dari sebuah harmoni.

Oleh karena itu, pelaku ekonomi rakyat, generasi penerus bangsa, dan segenap kekuatan elemen bangsa harus terus memupuk kebersamaan, memperkokoh dan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa yang sangat beragam, ada 750 suku bangsa di negeri ini. Harus terus memupuk keberagamaan atau kebhinekaan bangsa kita menjadi sebuah satu kesatuan utuh dan menyeluruh, dan menjadi sebuah energi dan modal dasar yang sangat besar untuk menghadapi situasi yang semakin sulit hari ini.

Kami juga berharap pemerintah mengambil sebuah kebijakan yang betul-betul hanya untuk dan demi rakyat. Penanganan krisis kesehatan, serta krisis dan ancaman resesi ekonomi harus berjalan seimbang. Kita juga memahami negara kita tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk selalu memberikan bansos, stimulus dan insentif ekonomi.

Oleh karena itu tidak ada pilihan lain bagi rakyat, agar perutnya terisi dan tidak kosong kelaparan. Agar sekolah anak-anak bisa berjalan dengan baik. Satu-satunya jalan adalah MOVE ON. Berusaha, berekonomi dan bekerja kembali dengan selalu taat dan patuh pada standar protokoler kesehatan.

Sekali lagi, walaupun orkresta di negeri ini makin lama makin tidak berirama, tidak bernada, dan makin jauh dari harmoni namun sebagai rakyat dan bangsa, semua kekuatan ekonomi, semua kekuatan elemen bangsa, 750 suku bangsa di negeri ini harus terus menerus membangun harmoni, merangkul semuanya, serta memperkokoh kebersamaan, kesatuan dan persatuan bangsa untuk bersama-sama pemerintah sehingga situasi dan kondisi ini bisa dipercepat solusi dan jalan keluarnya.

Tadi saya komunikasi dengan salah satu senior yang masih ada di Surabaya Jawa Timur. Sekecil apapun yang hari ini bisa kita berbuat untuk rakyat harus kita lakukan. Karena rakyat sangat merindukan sentuhan kepemimpinan, sentuhan hati sehingga keberadaan rakyat yang semakin menderita terlindungi secara baik, dan mendapatkan solusi untuk mendongkrak ekonomi dan kehidupannya.

Pada kesempatan mulia ini, selaku Presiden GBN dan Ketua Umum APKLI memberikan sebuah direction, permintaan dengan penuh rasa hormat kepada seluruh pelaku ekonomi rakyat segera move on. Segera bekerja, berdagang, bertani, berkebun, mencari ikan, memproduksi, dan menjalankan usaha dan ekonominya. Kita harus mandiri di atas kaki kita sendiri dengan selalu memperkokoh kebersaman, kesatuan dan persatuan diantara kita sebagai warga bangsa dan warga negara RI.

Hari ini semuanya kita sadar bahwa bukan orang lain yang menentukan nasib dan masa depan rakyat, bangsa dan negeri ini. Tidak semua kemajuan IPTEK sepesat apapun bisa menyelesaikan hal-hal mendasar dalam tata kehidupan. Oleh karena itu, hati kita yang telah berada pada alam kesadaran tentunya terpasak oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT.

Harus segera menjalani kebangkitan untuk merengkuh tata kehidupan yang lebih baik, aman, damai dan entosa di atas beragam varian yang ada di negeri ini. Kebangkitan untuk merengkuh hidup sejahtera secara berkeadilan.

Sudah terlalu lama rakyat dan negeri ini merindukan adanya sebuah keadilan dan kesejahteraan dalam tata kehidupannya. Sudah terlalu lama rakyat dan negeri ini rindunya membiru atas sebuah sentuhan perlindungan dari negara sebagaimana amanah Pembukaan 1945.

Di tengah orkresta negeri ini yang makin tidak berirama, tidak bernada, dan makin jauh dari harmoni kita tidak boleh mencari siapa yang salah, juga tidak perlu mencari kambing hitam. Yang terpenting dan mendasar, kita semua rakyat dan bangsa Indonesia harus introspeksi diri, arif dan bijaksana dengan hati murni, bersih dan suci dengan niat yang tulus ikhlas, bekerja keras dan cerdas , fokus dan sungguh-sungguh, jalani kebangkitan diatas kaki kita sendiri. Karena nasib dan masa depan rakyat bangsa dan negeri ini ada di kaki kita sendiri bukan di kaki orang lain.

Mari bersama dan bersatu, selalu optimis, jalani kebangkitan. Jaga dan tetap sehat dan optimis selalu untuk segenap rakyat dan bangsa Indonesia dimanapun berada. Salam do’a dan tawakkal kami untuk semuanya. Hari ini kita harus diajalan ditengah-tengah. Bukan ditepi kiri atau di tepi kanan. Harus bergotong royong, saling merangkul, mendukung dan mendo’akan, inysa-Allah kejaizan Allah SWT.

selalu menyertai apa yang kita lakukan untuk keluarkan rakyat dan negeri dari krisis kesehatan, krisis dan ancaman resesi ekonomi, dan makin disharmoninya yang ada di negeri ini. Insya-Allah irama kerukunan, nada kebersamaan, dan harmoni kesatuan persatuan antar warga bangsa di negeri ini segera dihadirkan Tuhan Yang Maha Jaiz, Allah SWT., amin yra.

Merdeka!!! Merdeka !!! Merdeka !!!

Edt: Redaksi (AN)