MPUI Hanyalah Dinamika

Foto: (Ist)

“MUI adalah tempat seluruh ulama bertemu dan berkumpul sejumlah organisasi kemasyarakatan seperti NU, Muhammadiyah, Al Washliyah, Persis, dan lainnya”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Ijtima Ulama dan Tokoh IV membahas pembentukan Majelis Permusyawsratan Ulama Indonesia (MPUI) tingkat pusat. Lembaga ini dimaksudkan bukan untuk menandingi Majelis Ulama Indonesia (MUI). Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi Infokom Majelis Ulama Indonesia (MUI), Fajar Ilham mengaku hal itu tidak mengkhawatirkan, karena bukan tandingan, melainkan dinamika gerakan ulama.

Pasalnya menurut Fajar, apa yang dilakukan Ijtima Ulama dan Tokoh IV untuk membentuk MPUI adalah bagian dari dinamika ulama.

“MUI adalah tempat seluruh ulama bertemu dan berkumpul sejumlah organisasi kemasyarakatan seperti NU, Muhammadiyah, Al Washliyah, Persis, dan lainnya. Oleh karena itu apa yang melakukan Ijtima Ulama itu telah ada di MUI. Jadi kami melihat bahwa hal itu selain dari dinamika organisasi yg dapat disampaikan kepada MUI,” kata Fajar dalam sebuah diskusi bertajuk Pemberdayaan Media Massa Guna Mendukung Rekonsiliasi Tanpa Syarat Demi Persartuan Indonesia, di Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Saat ditanya apakah hal tersebut berpotensi menjadi pemecah persatuan NKRI, Fajar menjelaskan bahwa peran ulama adalah membimbing serta mengarahkan ummatnya untuk terus berada dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Ulama selalu berusaha untuk menyatukan ummatnya agar tetap dalam kerangka NKRI dan sesuai ideologi Pancasila. Bukan untuk memecahkan,” pungkas Fajar.

Edt: Redaksi (AN)