Mulianya Pekerjaan Petani Indonesia Perlu Didukung Penuh Oleh Bulog

Foto: Ist

“Artinya, tugas pemerintah hanya tinggal menjaga stabilitas harga pasar agar tidak sampai anjlok hingga membuat petani Indonesia ogah menekuni pekerjaannya sebagai petani”

Oleh: Jacob Ereste

Jakarta (Bintangtimur.net) – Tekad Bulog (Badan Urusan Logistik) untuk mengutamakan produksi petani dari dalam negeri Indonesia sendiri, sungguh terpuji.

Pengelola Perusahaan Umum Bulog mengatakan stok beras nasional yang tersedia saat ini cukup untuk kebutuhan penjualan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga (KPSH). Karena menurut Direkur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, stok beras di gudang Bulog saat ini ada 883.585 ton. Rinciannya, 859.877 ton cadangan beras pemerintah (CBP), dan 23.700 ton beras stok komersial. Atas dasar itulah, meski Bulog telah ditugaskan untuk melaksanakan impor beras sebanyak satu juta ton, belum tentu akan laksanakan oleh Bulog. Karena prinsip Bulog akan mengutamakan produksi petani dalam negeri

Pernyataan tegas itu disampaikan Budi Waseso saat rapat kerja dengan Komisi Bidang Pertanian DPR RI (15/3/2021). Sebab stock beras cukup bahkan surplus 12 Juta Ton. Kecuali itu, Kementerian Pertanian memperkirakan ketersediaan stok beras di dalam negeri, hingga akhir Mei 2021 mencapai 24 juta ton. Dan enurut Sekjen Kementrian Pertanian, kebutuhan beras nasional hingga Mei 2021 diperkirakan mencapai 12,56 juta ton.

Bahkan untuk komoditas lain dapat juga dibeli dari hasil produksi petani kita sendiri. Jadi sikap Bulog yang juga didukung Kementerian Pertanian untuk mengutamakan produk petani Indonesia merupakan sikap nasionalis yang patut didukung didikung semua pihak, agar harapan swasemda pangan Indonesia dapat segera terwujud dan kedaulatan pangan bisa menjadi keunggulan bangsa yang membanggakan.

Betapa tidak, produksi beras petani kita pada panen raya tahun ini bisa mencapai 17 juta ton. Begitu juga dengan hasil komoditas pangan yang lain sudah surplus seperti jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging ayam ras, dan minyak goreng.

Artinya, tugas pemerintah hanya tinggal menjaga stabilitas harga pasar agar tidak sampai anjlok hingga membuat petani Indonesia ogah menekuni pekerjaannya sebagai petani. Maski profesi sebagai petani itu sungguh lebih mulia dari beragam profesi pekerjaan yang lain. Sebab dari pekerjaan petani itu tidak sangat kecil dilakukan dengan curang. Apalagi hendak korupsi seperti mereka yang berada di eksekutif, legislatif serta yudikatif.

Begitulah mulianya pekerjaan para petani, yang menghasilkan beragam macam bahan pangan serta hasil bumi lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidup bagi banyak orang.

Edt: Redaksi (AN)