Muslim Arbi: Sebaiknya Presiden Mempertimbangkan Untuk Mundur

Foto: Ist

“Mundur lebih terhormat, dibanding tekanan dan amukan massa akibat persoalan ekonomi yang mengakibatkan chaos sistem sosial politik dan pertahanan keamanan”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Direktur Gerakan Perubahan (GarpU) Muslim Arbi mengatakan, seharusnya Presiden Joko Widodo (Jokowi), segera saja mempertimbangkan dirinya untuk mundur dari jabatan sebagai Kepala Negara maupun Kepala Pemerintahan.

Menurut Muslim, hal itu didasarkan pada janji-janji politik Jokowi yang dibuat pada periode pertama kekuasaanya (2014-2019), hampir dapat dipastikan 66 janji politik itu tidak ditepati.

“Para aktivis membully janji-janji politik Jokowi itu sebagai prank (gurauan) belaka,” kata Muslim kepada redaksi Bintangtimur.net, Selasa (4/8/20).

Muslim mengungkapkan, dahulu Presiden Jokowi pernah berjanji ekonomi Indonesia akan meroket pada bulan September, dengan isyarat tangannya saat mengucapkan itu.

“Tapi sudah beberapa kali bulan September sejak periode pertama, sampai dengan jelang September 2020 ini, ekonomi malah terjun bebas, pertumbuhan negatif dan menuju resesi,” ungkapnya.

Di berbagai kesempatan, kata dia, Jokowi mengeluhkan soal ekonomi yang mengkhawatirkan ini.

“Padahal ancaman krisis di depan mata, dan Jokowi tidak cukup atasi persoalan ekonomi hanya dengan mengeluh,” ujarnya.

Dan kondisi ini, kata dia, akan sangat serius memasuki kwartal III ini. Pertumbuhan ekonomi diprediksi minus 3-4 persen, bahkan ada seorang ekonom memprediksi hingga minus 17 persen pertumbuhan.

“Nah, ini tentunya sangat berbahaya sekali. Ekonomi nasional akan porak poranda. Meski menunjuk Menko Perekonomian sebagai Ketua Tim Pemulihan Ekonomi, apa jaminannya?” tanyanya.

Dikatakannya, selama ini Menko Perekonomian sudah mengkoordinir kementerian di bidang ekonomi, tapi malah kondisi ekonomi semakin terjun bebas, alias menuju pertumbuhan negatif.

“Kok bisa memilih orang sama di bidang yang sama? Untuk atasi hal yang sama? Padahal track record sebagai menko membuat ekonomi terjun bebas,” tuturnya.

Karenanya dia menilai, langkah dan tindakan Jokowi sesungguhnya memperlihatkan kegagalannya memimpin pemerintahan dan negara. Negara terancam bangkrut, gulung tikar dan bubar akibat salah tata dan kelola.

“Pada periode pertama pemerintahannya sudah memperlihatkan situasi itu. Tapi, lagi-lagi timses pilpresnya diback up kekuatan dalam pemerintahannya,” kata dia.

Akibat dari itu semua, lanjut dia, muara persoalan di periode pertamanya menggumpal dan menggunung di periode kedua, ditambah dengan ancaman virus corona membuat Jokowi dan kabinetnya tidak bisa bertahan lama atas situasi yang tidak mampu diatasi ini.

“Maka, langkah solusi atas ketidakmampuan mengelola pemerintahan ini sebaiknya ambil langlah mundur dan membubarkan kabinetnya,” tegas dia.

Dia menilai, langkah Jokowi mundur dan membubarkan kabinetnya adalah langkah terbaik atasi kegagalannya demi keselamatan perjalanan Bangsa dan Negara ini ke depan.

“Mundur lebih terhormat, dibanding tekanan dan amukan massa akibat persoalan ekonomi yang mengakibatkan chaos sistem sosial politik dan pertahanan keamanan. Negeri ini akan menjadi taruhan bagi kepemimpinan yang gagal. Rakyat pasti tidak tinggal diam di tengah situasi ketidakpastian,” pungkasnya. (GI)

Edt: Redaksi (AN)