Narasi Dua Kisah

Foto: (Doc. Norman Arief)

“Jernihlah memilah antara persoalan kehidupan dengan ujian kehidupan”

Oleh : Norman Arief

Depok (Bintangtimur.net) – Sebenarnya bicarakan orang dalam hukum islam termasuk ‘ghibah’. Namun dalam narasi ini bukanlah ‘ghibah’ karena hanya sebuah paparan yang setidaknya bisa memotivasi atau jadi cerminan.

Iya…
Seperti hal nya si A bicarakan si B tanpa sepengetahuan si B, begitupun sebaliknya. Kerap setiap hari disudut kehidupan baik di komunitas kecil ataupun forum besar tanpa sadar sering terjadi dan kita jumpai. Atau mungkin kita larut didalamnya.

Hmm…
tidak penting juga rasanya berbuat ‘ghibah’ tapi ya itulah potret dimasyarakat.

Sabar… dan sebaiknya seduh dulu secangkir kopi baru teruskan membaca.

Baiklah kita masuk dalam tema judul. Kisah sahabat yang menyadari kesalahannya ketika rumah tangganya hancur lebur dan berakhir dengan perceraian. Lantaran himpitan ekonomi, pada akhirnya sang istri tidak sanggup lagi hidup bersamanya. Padahal sahabat telah berusaha dan berjuang untuk keluarganya.

Seiring waktu sahabat berhasil kembalikan ekonominya yang morat marit menjadi kilau benderang. Terdengarlah oleh mantan istri dan akhirnya sang mantan istri sedikit menyesal telah meninggalkannya dalam keadaan terpuruk dan memvonisnya tidak akan sanggup keluar dari lingkaran kemiskinan. Namun kehendakNya berkata lain.

Lantas apakah akan kembali menyatu rumah tangga yang telah luluh lantah? Tidak, sahabat telah menikah dengan istri barunya dan hidup bahagia. Sedangkan sang mantan istri hanya bisa meratapi dengan kesedihannya.

Dan…
Kisah sahabat yang berbeda ketika meninggalkan sang istri lantaran demi mendapatkan yang baru. Berakhir pula dengan perceraian dan sahabat memulai dengan yang baru. Dimana istri yang baru lebih baik secara fisik dan komunikatif.

Perjalanan waktu sang mantan istri menata kehidupannya dengan baik, bahkan lebih modis dan mapan secara ekonomi. Bisa dikatakan kemandiriannya dan tekadnya memperbaiki hidup berhasil.

Kini penampilannya bagaikan foto model. Lantas mantan suami mengetahui hal itu seakan menyesal telah melepasnya demi yang baru. Sedangkan istri barunya hanya sanggup bertahan dalam waktu singkat dan berpaling pada cinta yang lain.

Lantas kembalikah rumah tangganya yang telah luluh lantah? Lagi-lagi tidak, sang mantan istri telah dipersunting oleh pengusaha.

Dua kisah diatas mungkin pernah kita temui di ftv atau di sinetron. Namun kisah diatas penulis jumpai dalam dunia nyata.

Iya…
Kegagalan, perceraian, pailit atau problematika kehidupan lainnya. Bukanlah suatu akhir dari perjalanan kehidupan ini. Masing-masing insan punya kisah dan cerita kehidupan.

Setidaknya narasi dua kisah ini bisa dijadikan renungan. Bahwa sesuatu yang kita anggap ‘sampah’ ternyata bisa menjadi berlian yang dimanfaatkan oleh orang yang sabar dan konsisten.

Setidaknya kontrol emosi dan bertahan terhadap suatu ujian kehidupan bisa disikapi dengan tenang dan bijak.

Lain halnya dengan persoalan kehidupan, maka persoalan itu harus diselesaikan.

Jernihlah memilah antara persoalan kehidupan dengan ujian kehidupan.

Segeralah bangkit dalam zona keterpurukan. Susun dan mainkan irama kebahagiaan.

Sebagai akhir narasi, maafkan penulis jika kisah ini memiliki kesamaan. Percayalah tidak ada niat membuka kisah pilu untuk dikonsumsi. Hanyalah berbagi agar kita bisa lewati segala persoalan maupun ujian kehidupan ini.

Jangan lupa habiskan secangkir kopi selagi hangat.

Edt: Redaksi (AN)