Natalius Pigai Minta Pemerintah Tarik TNI dari Papua

Foto: Ist

“Pigai menyerukan dihentikannya Daerah Operasi Militer (DOM) di Papua”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Aktivis kemanusiaan dan HAM, Natalius Pigai menanggapi makin banyaknya korban akibat pengiriman pasukan TNI di Papua.

Pigai menyerukan dihentikannya Daerah Operasi Militer (DOM) di Papua. Menurutnya pengiriman pasukan banyak mengakibatkan jatuhnya korban baik warga Papua atau ras melanesia maupun dari TNI.

Bahkan, dirinya menyebut Jokowi tak sadar jika media lokal di Papua banyak memberitakan tewasnya delapan anggota TNI oleh organisasi Papua Merdeka (OPM). Ia pun meminta adanya dialog untuk perdamaian.

“STOP Daerah Operasi Militer (DOM)! Pasukan tempur dikirim ke Medan pertempuran? Mereka bunuh kulit hitam (ras Melanesia) Papua. Jokowi tdk sadar jg hari ini media2 lokal beritakan 8 orang TNI dibunuh TPN/OPM. Sy minta Tarik TNI/Polri dari Papua. Dialog untuk Perdamaian!” kata Pigai dalam akun Twitternya, @NataliusPigai2.

Sebanyak 8 anggota TNI disebut tewas dalam penyerangan yang dilakukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap III Ndugama.

TPNPB OPM mengklaim telah melakukan penyerangan terhadap Pos TNI di Pasar Baru Keneyam, Nduga pada Sabtu, 5 September 2020.

Menanggapi informasi tersebut, Kabid Penum Puspen TNI Letkol Sus Aidil ketika dikonfirmasi, membantah informasi adanya penyerangan Pos TNI di Pasar Baru Keneyam, Nduga.

“Informasi penyerangan tersebut hoaks,” kata Letkol Sus Aidil, pada Senin (7/9/2020).

Hal yang sama juga dikatakan Kepala Penerangan Kogabwilhan III Kol Czi Gusti Nyoman Suriastawa. Menurutnya, informasi tersebut tidak benar.

Dia memastikan tidak ada penguasaan Keneyam Ibu Kota Kabupaten Nduga Papua oleh TPNPB OPM, apalagi sampai menembak dan menewaskan 8 prajurit TNI. (NH)

Edt: Redaksi (AN)