NKRI

Foto: (Doc. Norman Arief)

“Konsistensi ‘sumpah pemuda’ terkikis sudah lantaran egoisme berpolitik. Sudah lupa rasanya berbangsa satu bangsa Indonesia”

Oleh: Norman Arief

Depok (Bintangtimur.net) – Dipenghujung menyambut matahari narasi ini terpaksa hadir. Sungkan rasanya menorehkan narasi politik. Khawatir narasi ini terstigma radikal. Tapi ya inilah nalar sang insomnia yang selalu setia seruput secangkir kopi.

Konsistensi ‘sumpah pemuda’ terkikis sudah lantaran egoisme berpolitik. Sudah lupa rasanya berbangsa satu bangsa Indonesia. Atau sibuk membuat peradaban baru yang memaksa biaskan sejarah.

Atau sudah lupa bahasa yang satu bahasa Indonesia?

Iya…
Miris rasanya sesama anak bangsa saling tuding ‘cebong’ dan ‘kampret’. Sudah lupakah bahwa sejatinya kita manusia.

Iya…
Kibarkan ‘merah putih’ bukanlah milik orang perorang. Tapi milik kita semua yang merasa NKRI.

Bukan soal juara ‘satu’ atau ‘dua’, tapi mari bersama sebagai pemenang menjaga peradaban NKRI. Ingatlah bahwa ‘bambu runcing’ telah luluh lantahkan koalisi kaum meriam dan bedil terbirit-birit.

Saatnya menghargai para ‘raja’ yang memberikan mandat dan membalut menjadi nasionalisme untuk NKRI.

Maaf… narasi ini hanyalah nalar yang terlalu bersemangat seruput kopi.

Semoga kokok ayam pribumi tak kalah nyaring dengan kokok ayam import membangunkan manusia yang tertidur.

Ahh…
Nikmatnya seruput kopi dari tanah air Indonesia.
Semerbak bertahannya ideologi Pancasila.

Iya…
Saya, Anda, Kita adalah NKRI.

Edt: Redaksi (AN)