Nusantara Foundation Telah Melunasi Pembelian Tanah Seluas 7,4 Hektar

Foto: Ist

“Pembelian properti ini disepakati dengan membayar angsuran tanpa bunga selama 24 bulan”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Pada bulan Februari 2021, Nusantara Foundation telah melunasi pembelian lahan seluas 7,4 hektar yang berlokasi di kota Moodus, Connecticut, Amerika Serikat. Lahan yang awalnya dimiliki oleh Yayasan Darul Ulum, sebuah institusi Pendidikan milik warga muslim Asia Selatan di Amerika, dialihnamakan kepada Nusantara Foundation pada bulan Maret 2018.

“Pembelian properti ini disepakati dengan membayar angsuran tanpa bunga selama 24 bulan. Sesuai perjanjian di kopntrak pembelian, seharusnya lahan pesantren ini dilunasi pada bulan April 2020 lalu,” kata Imam Shamsi Ali kepada Redaksi Bintangtimur, Selasa (23/2).

Namun, lanjutnya, musibah pandemi Covid-19 yang melanda dunia, telah melumpuhkan hampir seluruh kegiatan Nusantara Foundation, termasuk kegiatan penggalangan dana. Akibatnya jadwal pelunasan lahan pesantren mundur hingga awal tahun 2021.

“Kami menghaturkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat terutama kepada seluruh donatur yang telah berkontribusi, hingga dengan izin Allah SWT alhamdulillah property yang diperuntukkan sebagai area Pondok Pesantren Nur Inka Nusantara Madani telah terlunaskan di bulan ini,” ujar Imam kota besar di New York tersebut.

Pada gambar diatas, area pesantren yang telah dimiliki oleh Nusantara Foundation adalah area berwarna merah jambu seluas 7,4 hektar.

Saat ini, Nusantara Foundation telah mendapatkan tawaran ekspansi lahan untuk dibeli dengan harga terjangkau, dari pemilik area di seberang lokasi pertama pesantren. Pada gambar diatas, area yang ditawarkan sebagai area tambahan adalah area berwarna kuning seluas 3,1 hektar.

Rencananya pada area tersebut akan dibangun guest house atau penginapan yang akan disewakan. Selain itu, lahan tersebut juga akan diperuntukkan sebagai lahan perkebunan. Saat ini proses ekspansi lahan tersebut sedang ditangani oleh lawyer kami di Amerika. Dengan demikian keseluruhan luas lahan pesantren Nur Inka Nusantara Madani nantinya menjadi lebih dari 10,5 hektar.

Dengan selesainya pelunasan lahan pesantren seluas 7,4 hektar, Nusantara Foundation akan fokus pada pembenahan dan pemeliharaan Gedung-gedung tua yang ada di lokasi dan telah direnovasi.

“Kemudian setelah pandemi covid-19 berlalu, kami akan segera mengintensifkan berbagai kegiatan di lokasi pesantren. Satu diantaranya adalah program Tahfidz Summer Camp, sebuah program pesantren kilat di musim panas dengan kegiatan utama menghapal Al-Qur’an,” katanya.

Pada saat yang sama, akan dilaksanakan juga program penggalangan dana pembangunan beberapa fasilitas di pesantren, yang diperlukan untuk memulai pesantren full time. Fasilitas-fasilitas tersebut di antaranya adalah Masjid, Gedung Sekolah, Asrama Putra dan Putri, Cafetaria/Dapur Umum, Gedung Serbaguna dan Rumah-rumah Adat Nusantara.

“Kami terus mengajak para donatur untuk ikut mengambil bagian melalui donasi ataupun wakaf, dalam proses pembangunan Pesantren Nur Inka Nusantara Madani di Amerika Serikat, yang digagas oleh Imam Shamsi Ali dan Nusantara Foundation” ucapnya.

“Diharapkan melalui Pesantren pertama di bumi Amerika ini, kontribusi nyata bangsa Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, akan dicatat sejarah sebagai langkah juang dakwah kita di dunia global, demi mewujudkan Islam yang Rahmatan lil a’lamin yang mendukung perdamaian dunia. InsyaAllah.
Semoga Allah SWT meridhoi dan menerima amal usaha kita semua. Aamiin yaa Rabbal’aalamiin,” pungkas Imam Shamsi Ali. (APL)

Edt: Redaksi (AN)