Nusantara Unggul Dalam Persaingan Ekonomi dan Kebudayaan Dunia

Foto: Doc. GBN

“Grand Strategy of Economy and Support System Media menjadi key succes persaingan/peperangan global kini dan ke depan”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Sejarah itu bagian dari hukum alam semesta Tuhan yang selalu menuju pada sebuah titik keseimbangan tata kehidupan di muka bumi. Perjalanan panjang dan mendalam suatu bangsa atau negeri pada saatnya terulang kembali.

Oleh karena itu, apa yang pernah teralami di bumi Nusantara dimana bangsa ini adalah penilih Tuhan, bangsa terbesar dan terkuat di dunia, bangsa garuda, bangsa ayam jago tanah akan maujud kembali dalam tempo sesingkat-singkatnya.

Demikian pula, bumi nusantara yang terkaya, tersubur dan strategis di dunia segera maujud dari sebuah paradoksalitas kenyataan yang ada saat ini. Baik dari sisi ekonomi mau pun kebudayaan / peradaban, dua instrumen utama persaingan atau peperangan dunia ke depan, nusantara adalah yang terunggul di dunia.

Pintu kebangkitan nusantara terbuka selebar-lebarnya dan seluas-luasnya untuk merengkuh kembali apa yang teralami di abad VII kejayaan Sriwijaya dan Abad XIV kejayaan Majapahit sebagai negeri adil makmur dan adidaya.

“Bahkan Nusantara menjelma jadi tumpuhan hidup manusia diseluruh muka bumi karena peradaban adiluhung-nya selalu melindungi, mengayomi dan tidak pernah menyakiti bangsa atau negara lain di dunia,” tegas Presiden GBN dr. Ali Mahsun Atmo M Biomed seusai pertemuan khusus dengan Ketua Umum DPP Bakornas PWI (Persatuan Wartawan Indonesia), Achmad Fadilah di Kampus Universitas NU Indonesia Jakarta Senin Sore 1/2/2021.

Grand Strategy of Economy and Support System Media menjadi key succes persaingan/peperangan global kini dan ke depan. Tentunya tetap pada koridor bahwa kemajuan teknologi sepesat apapun tidak boleh kendalikan kehidupan, harus tetap pada posisi proporsional sebagai support system.

“Oleh karena itu, agregat revolusi rakyat semesta Nusantara, revolusi pengusaha nusantara dan revolusi teknologi nusantara atau trisula revolusi nusantara menjadi sebuah keniscayaan sejarah untuk merengkuh kembali kejayaan negeri di abad XXI”, pungkas Ali Mahsun Atmo Dokter Ahli Kekebalan Tubuh lulusan FK Unibraw Malang dan FKUI Jakarta. (GI)

Edt: Redaksi (AN)