Ormas Perlu Punya Media Massa Sendiri

Foto: (Doc. Jacob Ereste)

“Karena kekuatan utama organisasi massa berasal dan dimulai dari tingkat paling bawah untuk kemudian berpuncak pada piramida kepemimpinan di level pusat”

Oleh: Jacob Ereste

Jakarta (Bintangtimur.net) – Idealnya Ormas (Organisasi Massa) memang patut dan perlu memiliki media massa sendiri. Tak soal wujudnya dalam bentuk cetak atau online maupun yang lain, misalnya audiotape atau audiovisual. Yang penting media milik Ormas itu harus dapat menjembatani keperluan organisasi melakukan publikasi, komunikasi dan memberi informasi, baik yang bersifat ke dalam maupun untuk konsumsi publik secara umum.

Untuk itu yang perlu dirumuskan  adalah kebijakan redaksional yang menjadi patokan atau semacam pakemnya yang dapat menuntun sajian menu redaksi yang patut dan tidak patut diketahui oleh khalayak umum.

Pertama menu sajian yang layak dipublikasikan itu adalah aktivitas dan semua bentuk kegiatan yang positif untuk meningkatkan citra organisasi dimata publik dan bisa nemberi semangat serta nilai tambah bagi segenap eksponen organisasi.

Adapun materi ekstra dari sajian media organisasi dapat memuat semua bentuk tulisan seperti peraturan dan analisis maupun kisah sejarah yang terpaut dengan dinamika organisasi, baik kisah pada masa lalu, pergolakan organisasi pada hari ini, hingga perspektif dari perkiraan bagi pengembangan organisasi pada masa mendatang.

Begitulah diantara menu utama sajian dari redaksionalnya media organisasi. Selebihnya boleh saja meracik beragam macam menu lain yang menambah sedap sajian dan bisa merangsang anggota serta pengurus mulai dari tingkat pusat hingga basis kepengurusan di tingkat paling bawah untuk lebih giat berorganisasi.

Karena kekuatan utama organisasi massa berasal dan dimulai dari tingkat paling bawah untuk kemudian berpuncak pada piramida kepemimpinan di level pusat. Oleh karena itu, media organisasi harus mampu ikut memobilisasi massa yang dapat menjadi standar ukuran kekuatan untuk melakukan tekanan pada semua bentuk kebijakan dari pihak manapun yang tidak sesuai atau tidak selaras dengan kebijakan atau tujuan dari organisasi.

Pada pokoknya, media organisasi harus disiapkan dengan baik untuk membuat media organisasi menjadi semacam daya pendorong atau mesin pemanas personil dan pengurus dari organisasi media itu sendiri yang harus dan mutlak senantiasa memperluas wawasan dan pengetahuan dasar dari seluk beluk jurnalistik. Termasuk kode etik jurnalistik yang berlaku dan diakui secara sah oleh pemerintah.

Edt: Redaksi (AN)