Pakar: RUU Kejaksaan Harus Memberikan Perubahan Signifikan

Foto: Ist

“Misalnya memperkuat kinerja Kejagung, menumbuhkan sinergi harmoni antar lembaga penegak hukum lainnya, hingga tidak mengabaikan eksistensi lembaga penegak hukum seperti Kepolisian atau KPK,”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Badan Legislasi (Baleg) DPR RI sepakat membahas Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan RI (RUU Kejaksaan) melalui panitia kerja (Panja).

Menanggapi hal ini, Pakar hukum Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad berharap bahwa revisi Undang-undang ini bisa memberikan perubahan pada beberapa aspek.

“Misalnya memperkuat kinerja Kejagung, menumbuhkan sinergi harmoni antar lembaga penegak hukum lainnya, hingga tidak mengabaikan eksistensi lembaga penegak hukum seperti Kepolisian atau KPK,” kata Suparji dalam pers rilisnya, Rabu (02/09/2020).

Ia menilai bahwa saat ini ada ketidakharmonisan dalam internal kejaksaan. Menurutnya, ada kecurigaan di tengah masyarakat bahwa Komisi Kejaksaan (Komjak) saat ini seperti berjalan sendiri.

Sebab, Komjak beberapa kali mengucapkan statemen yang kurang tepat kepada media. Misalnya kewenangan Komjak dalam menangani sebuah laporan dan aduan masyarakat. Ketua Komjak mengatakan bahwa instansinya berwenang memanggil dan memeriksa Jaksa berdasarkan pasal 4 huruf a Perpres Nomor 18 Tahun 2011.

“Padahal dalam aturan tersebut Komjak tidak berwenang memanggil dan memeriksa Jaksa. Komjak hanya berwenang menelaah dan merekomendasikan Lapdu yang kemudian disampaikan ke Jaksa Agung untuk ditindaklanjuti,” tuturnya.

Maka, ia berharap melalui Revisi UU Kejaksaan dapat menghilangkan konflik di internal Kejaksaan sendiri. Kedepan, UU Kejaksaan harus bisa menjadi semacam reformasi birokrasi dan mental bagi Korps Adhyaksa.

“Jadi sebagai upaya untuk melakukan perbaikan, saya kira perlu dilakukan itu. Tapi yang penting adalah bagaimana perubahan-perubahan tadi itu membawa perbaikan secara signifikan dalam konteks Kejaksaan di masa yang akan datang,” pungkasnya. (NH)

Edt: Redaksi (AN)