Pancasila, Teknologi Dan Millenial

Foto: (Ist)

“Kemajuan teknologi dikaitkan Pancasila dianggap penting dan strategis, sebab Indonesia sekarang ikut mengalami gelombang revolusi industri 4.0.”

Oleh: Inggar Saputra (Alumnus Ketahanan Nasional Universitas Indonesia)

Jakarta (Bintangtimur.net) – Di Indonesia, Pancasila adalah sebuah fenomena ideologi yang tak usang diperbincangkan. Sejak zaman kemerdekaan fisik sampai kecanggihan teknologi di era revolusi industri 4.0, Pancasila selalu menemukan relevansinya. Jika zaman kemerdekaan Pancasila diposisikan sebagai alat politik yang membantu eksistensi pihak yang sedang berkuasa.

Sekarang justru ideologi ini diarahkan agar tidak berfokus kepada alat politik belaka, melainkan bagaimana menjawab tantangan kemajuan teknologi dan menyelesaikan problematika sosial masyarakat yang kompleks.

Kemajuan teknologi dikaitkan Pancasila dianggap penting dan strategis, sebab Indonesia sekarang ikut mengalami gelombang revolusi industri 4.0. Era ini, disrupsi terjadi di berbagai bidang kehidupan sehingga berdampak kepada menghilangnya beberapa jenis pekerjaan yang selama ini dominan di Indonesia.

Zaman ini juga berdampak kepada pergantian distribusi pekerjaan dari manual kepada serba digital. Pada kondisi inilah, Pancasila bersinergis dengan tantangan di era digital
Penguasaan teknologi sebuah bangsa menjadi sesuatu yang dominan, sehingga penting memposisikan Pancasila harus relevan dengan kebutuhan zaman.

Edukasi Pancasila tidak lagi dijawab dengan seminar, acara seremonial dan lainnya saja melainkan bagaimana generasi muda mendapatkan pendidikan mengenai Pancasila melalui teknologi. Pemanfaatan gadget dan media sosial dapat menjadi salah satu solusi menghubungkan Pancasila dengan kalangan muda.

Kemudahan akses internet dan teknologi harus dimanfaatkan dengan membuka peluang kreativitas generasi muda melalui instagram, video blog (vlog), aplikasi dan games Pancasila untuk menari minat generasi muda terhadap wawasan kePancasilaan.

Bicara teknologi maka sulit dilepaskan dari kekayaan sumber daya manusia muda Indonesia yang sering disebut generasi millenials. Kalangan muda ini sekarang mendominasi di Indonesia dengan menjadi tumpuan harapan kemajuan bangsa.

Mereka adalah aset strategis yang kelak mengisi ruang kepemimpinan dan sektor publik di Indonesia. Dengan daya kreatif dan hubungan yang saling terkoneksi dengan kemudahan teknologi, millenials menjadi salah satu sasaran tepat dalam menginternalisasi mereka dengan pikiran dan kepribadian yang sesuai jiwa Pancasila.

Kelompok milenials memang unik dimana mereka hadir dengan semangat 3C yaitu Creative, Connected dan Confidence. Satu sisi ini merupakan keunggulan, sebab kreativitas mereka tanpa batas terutama di dunia teknologi melalui maksimalisasi media sosial seperti instagram, aktivitas ngeblog dan ngevlog, dan pesona mereka yang memiliki influencer dengan memanfaatkan youtuber.

Tidak sedikit selebgram muncul dari kalangan millenias yang memiliki pengaruh mendalam kepada kelompok muda lainnya.

Mereka saling memberikan pengaruh melalui media sosial, solidaritas yang kuat dalam kelompoknya, memiliki kreativitas tersendiri dengan suka memposting hal yang menyenangkan bagi mereka khususnya olahraga, musik dan aktivitas hiburan lainnya.
Hal ini tentu merupakan tantangan tersendiri mengenalkan Pancasila kepada generasi millenial.

Dalam hal ini, perlu gagasan inovatif mengajak generasi millenials untuk memahami dan mengimplementasikan Pancasila dengan baik. Bagaimanapun kepedulian millenials akan mampu menjadi bagian solusi dari permasalahan bangsa kekinian.

Pancasila dan millenials tidak lagi diposisikan secara berseberangan, tapi bagaimana menemukan titik temu dan titik ungkit yang tepat agar kedua bisa harmoni dalam mendukung pembangunan nasional yang tentunya melibatkan generasi millenials di masa sekarang dan masa depan.

Edt: Redaksi (AN)