Pasca Din Cs Deklarasi KAMI, Muslim Arbi Sebut Ada Isu Radikal Dan Makar

Foto: Ist

“BuzzerRP tugasnya menyebarkan fitnah dan membully orang-orang yang terlibat dalam deklarasi KAMI,”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Pasca deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) oleh Din Syamsuddin dan kawan-kawan ada isu radikal dan makar terhadap pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

“Kalau saya perhatikan, ketika ada kelompok mengadakan acara dan masuk media mainstream muncul isu radikal dan makar. Dan ini akan terjadi setelah deklarasi KAMI oleh Din Syamsuddin dan kawan-kawan,” kata pengamat politik Muslim Arbi kepada redaksi Bintangtimur.net, Senin (3/8/2020).

Menurut Muslim, kalangan pendukung penguasa melalui BuzzerRP maupun media sampah Seword akan menanggapi deklarasi KAMI dengan mencibir dan menyebarkan fitnah.

“BuzzerRP tugasnya menyebarkan fitnah dan membully orang-orang yang terlibat dalam deklarasi KAMI,” papar Muslim.

Muslim mengatakan, isu makar, radikal bahkan terorisme untuk mengimbangi deklrasi KAMI.

“Perlu pengalihan perhatian atau counter opini terhadap deklarasi KAMI dengan memunculkan isu radikal, makar dan terorisme,” ungkap Muslim.

Sejumlah tokoh yang mengatasnamakan perwakilan masyarakat peduli masa depan negara dan bangsa mendeklarasikan berdirinya Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), di Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu (2/8/2020) siang.

Para tokoh dan aktivis yang hadir dalam acara itu antara lain Din Syamsudin, Abdullah Hehamahua, Rocky Gerung, MS Ka’ban, M Said Didu, Refly Harun, Syahganda Nainggolan, Prof Anthony Kurniawan, Rohmat Wahab, Ahmad Yani, Adhie M Massardi, Moh Jumhur Hidayat, Ichsanudin Noorsy, Hatta Taliwang, Marwan Batubara, Edwin Sukowati, Joko Abdurrahman, Habib Muhsin Al Atas, Tamsil Linrung, Eko Suryo Santjojo, Chusnul Mariyah, dan Sri Bintang Pamungkas.

Din Syamsudin dalam sambutannya mengatakan, kapal besar Indonesia telah goyang dan hampir karam. Untuk itu perlu gerakan menyelamatkan Indonesia, yang berarti menyelamatkan jutaan keluarga karena kepala keluarganya kini tidak bisa lagi bekerja karena kena PHK.

“Menyelamatkan Indonesia adalah menyelamatkan dari oligarki, kleptokrasi, korupsi, dan politik dinasti,” kata Din dalam acara tersebut, Ahad (2/8/2020).

Din menilai, gerakan menyelamatkan Indonesia adalah gerakan amar ma’ruf nahi munkar yang harus dilakukan setiap umat. Sebab, perjuangan menyelamatkan berat karena lingkaran setan yang membuat tidak tahu dari mana memulainya.

“Koalisi aksi menyelamatkan Indonesia pada pemahaman saya adalah sebuah gerakan moral seluruh elemen-elemen dan komponen bangsa lintas agama, suku, profesi, kepentingan politik kita bersatu, kita bersama-sama sebagai gerakan moral untuk menyelamatkan Indonesia,” katanya. (APL)

Edt: Redaksi (AN)