PB PMII: Pihak Kepolisian Harus Bertanggung Jawab

Foto: Doc. PB PMII

“Kami atas nama organisasi PMII, mengecam aparat kepolisian yang menganiaya kader PMII saat menyuarakan aspirasinya”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) telah menginstruksikan kader PMII Se-Indonesia melakukan aksi pada tanggal 06 Oktober 2020, lalu untuk menolak UU Cipta Kerja yang tidak pro terhadap rakyat. Sejak saat itu, banyak kader PMII seluruh Indonesia melakukan aksi diberbagai daerah di Indonesia.

Namun, disayangkan aparat kepolisian melakukan tindakan represif kepada kader PMII yang tengah menyuarakan suara, gagasan dan pendapatnya terkait UU Cipta Kerja, bahkan tidak sedikit kader PMII yang mengalami luka-luka berat terkait tindakan represif pihak kepolisian. Salah satunya kader PMII Cabang Kabupaten Bekasi bernama Nasrul Firmansyah dari Universitas Pelita Bangsa Bekasi. Ketua Umum PB PMII Agus Mulyono Herlambang akhirnya menjenguk kader PMII Kota Bekasi ini untuk mengetahui kondisi keadaanya saat ini.

Ketua Umum PB PMII, Agus Mulyono Herlambang mengatakan kader PMII Se-Indonesia sejak kemarin tengah menyuarakan aspirasinya terkait UU Cipta Kerja dan menolak UU Cipta Kerja di berbagai daerah.

“Tetapi, tindakan yang dilakukan kader PMII yang tengah melakukan aksi menyuarakan aspirasinya di tanggapi dengan sikap represif oleh aparat kepolisian, sehingga terdapat beberapa kader PMII yang mengalami luka-luka cukup berat. Salah satunya, kader PMII kabupaten Bekasi yang mengalami luka cukup serius hingga saat ini masih dirawat dirumah sakit bekasi,” kata Agus, Sabtu (10/10/2020).

Banyak kadernya yang mengalami tindak kekerasan aparat kepolisian saat aksi tolak UU Cipta Kerja. Agus mengecam aparat kepolisian yang menganiaya kader PMII yanh sedang menyuarakan aspirasinya.

“Kami atas nama organisasi PMII, mengecam aparat kepolisian yang menganiaya kader PMII saat menyuarakan aspirasinya. Terlebih saat ini, kader kami, sahabat Nasrul Firmansyah masih dirawat dirumah sakit.” tegas Agus.

Agus meminta kepada pihak kepolisian untuk bertanggung jawab atas perbuatannya yang mengakibatkan kader PMII yg tengah aksih diberbagai daerah di indonesia menjadi korban kekerasan dan. mendapatkan luka-luka yang cukup serius.

Tentunya, Agus mengatakan PB PMII tentu sangat berduka atas apa yang terjadi dan dialami oleh kader PMII yang mengalami luka-luka ditengah memberikan aspirasi penolakan UU Cipta Kerja.

“Seharusnya pihak kepolisian tidak perlu melakukan hal ini kepada kader kami. Kami sangat menyayangkan sikap yang dilakukan aparat kepolisian.” ujarnya.

Agus menghimbau kepada seluruh kader PMII se-Indonesia yang tengah menyuarakan aspirasi penolakan terhadap UU Cipta Kerja dan kekecewannya terhadap legislatif dan eksekutif yang saat ini tengah bersekongkol mengakali rakyat dengan mengesahkan UU Cipta Kerja untuk tetap melakukan aksi dengan tertib dan damai. “Diharapkan kader PMII Se-Indonesia melakukan aksi dengan tertib dan damai serta tetap jaga diri dan kesehatan saat melakukan aksi.” pinta Agus.

Tidak hanya itu, Agus juga menyoroti soal statement Menteri Perekonomian Airlangga Hertarto, yang mengatakan aksi protes tolak UU Cipta Kerja yang dilakukan oleh mahasiswa ditunggangi kelompok tertentu.

“Ini tentu, sikap politik yang buruk dari pejabat yang tidak lagi memposisikan diri sebagai pelayan masyarakat. Kami PB PMII mengecam pernyataan Airlangga tersebut.” tandas Agus.

Agus juga mengatakan perjuangan PMII akan terus berlanjut, salah satunya dengan uji materi UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi.

Untuk itu, ditengah PMII Se-Indonesia melakukan aksi penolakan UU Cipta Kerja, maka:

1). PB PMII menyayangkan sikap represif aparat kepolisian kepada kader PMII yang sedang menyuarakan aspirasinya sehingga menyebabkan luka-luka parah. Maka, kami PB PMII meminta pihak kepolisian harus bertanggung jawab atas perlakuan kekerasan aparat kepolisian kepada kader PMII yang sedang aksi diberbagai daerah di seluruh Indonesia.

2). PB PMII membuat posko aduan dan menginventarisir seluruh kader yang menjadi korban represif aparat kepolisian dan juga kader PMII yang masih di tangkap kepolisian.

3). PB PMII meminta Pemerintah berhati-hati dalam berstatement terkait aksi tolak UU Cipta Kerja, khususnya kepada Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto yang menuduh demo tolak UU Cipta Kerja di dalangi dan di danai.

4). PB PMII akan terus konsisten dalam penolakan UU Cipta Kerja, baik kajian serius hingga proses yudisial review ke MK dan menghimbau agar para kader PMII melaksanakan aksi damai dan tetap jaga kesehatan. (NH)

Edt: Redaksi (AN)