Pelasaksanaan GNPDAS Provinsi Gorontalo Dimeriahkan 2000 Peserta dan Pembagian Bibit Gratis

Foto: (Ist)

“Kegiatan GNPDAS tingkat Kabupaten sudah dilaksanakan sejak Selasa, 10 sampai Jum’at, 13 Desember 2019 yang dimulai dari Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo Utara,…”

Gorontalo (Bintangtimur.net) – Balai Pengelolaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Bone Bolango, melaksanakan Gerakan Nasional Pemulihan DAS Tingkat, Provinsi Gorontalo, Selasa, 17 Desember 2019.

Kepala BPDASHL Bone Bolango, M Tahir di Gorontalo memanjatkan rasa syukurnya kepada Allah SWT, atas berkat dan nikmat-Nya sehingga bisa berkumpul dalam acara Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai tahun 2019.

Selanjutnya dikatakan Kepala BPDASHL Bone Bolango, acara ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan GNPDAS yang dilaksanakan di Provinsi Gorontalo.

Foto: (Ist)

“Kegiatan GNPDAS tingkat Kabupaten sudah dilaksanakan sejak Selasa, 10 sampai Jum’at, 13 Desember 2019 yang dimulai dari Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo Utara, Pohuwato dan Boalemo, sedangkan di Kabupaten Gorontalo direncanakan akan dilaksanakan pada Rabu, 18 Desember 2019,” jelasnya.

Dasar pelaksanaan kegiatan GNPDAS adalah; Surat Direktur Jenderal PDASHL Nomor: S.173/PDASHL/KTA/DAS 1/10/2019, perihal Penyelenggaraan Gerakan Nasional Pemulihan DAS Tahun 2019; kemudian, Surat Keputusan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: 150.a/DLHK/SK/XI/2019, Jum’at, 29 November 2019, perihal Panitia Pelaksana Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) Tingkat Provinsi Gorontalo dan Undangan Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo.

Foto: (Ist) GGPN

GNPDAS Tahun 2019 ini usung tema, “Pulihkan Lahan Membangun Masa Depan”. Bertujuan, meningkatkan kesadaran dalam memulihkan hutan dan lahan. Kemudian, penyelamatan sumber daya air, produktivitas lahan, perubahan iklim dan pencegahan bencana alam. Juga, mengajak seluruh komponen bangsa melakukan penanaman dan pemeliharaan serta Rehabilitasi Hutan dan Lahan secara berkelanjutan.

Tahun Anggaran 2019, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui BPDASHL Bone Bolango telah memfasilitasi dan melaksanakan kegiatan pemulihan DAS di Provinsi Gorontalo diantaranya adalah kegiatan rehabiltasi hutan dan lahan seluas 12.300 ha, rehabilitasi mangrove seluas 75 ha, pembuatan Kebun bibit rakyat sebanyak 80 unit dan pembangunan unit percontohan usaha pelestarian sumber daya alam seluas 25 ha.

Disamping kegiatan Rehabiltasi Hutan dan Lahan secara vegetatif, M Tahir menuturkan, juga dilaksanakan kegiatan Rehabiltasi Hutan dan Lahan secara sipil teknis, yaitu pembangunan DAM penahan, gully plug, dan sedimen trap sebanyak 351 unit, bantuan Instalasi Pemanenan Air Hujan sebanyak 17 unit, Bioflok sebanyak 6 unit, dan penguat tebing secara ekohidrolika sebanyak 1 unit.

Selain kegiatan tersebut, BPDASHL Bone Bolango juga menyiapkan bibit jenis kayu dan buah-buahan sebanyak 1.250.000 batang, seperti; Mahoni, Nyatoh, Jatih Putih, Sengon, Jambu Biji, Sirsak dan jenis lainnya serta bibit produktif hasil okulasi sebanyak 193.000 batang dengan jenis Durian, Rambutan, Manggis, Sukun, Jambu Kristal.

Semua bibit tersebut dibagikan secara gratis kepada masyarakat se-Provinsi Gorontalo melalui KPH/KPHL dengan tujuan untuk mengembalikan kondisi hutan dan lahan yang rusak sehingga bisa pulih kembali baik kondisi fisik maupun manfaat serta fungsinya yang pada akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selanjutnya, Gubernur Gorontalo memberikan sambutan sekaligus mencanangkan Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai Tingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2019.

Antusiasme peserta Pencanangan GNPDAS Provinsi Gorontalo ini begitu luar biasa, kurang lebih 2000 orang hadir yang terdiri dari unsur ASN, TNI, Polri, Pramuka Saka Wanabakti dan Saka Kalpataru, dunia usaha, mahasiswa, pelajar, LSM, Kelompok Tani dan unsur masyarakat lainnya yang dirangkaikan dengan Senam GNPDAS, kemudian penanaman bibit pohon dan pembagian bibit pohon produktif buah-buahan secara gratis kepada para peserta dan masyarakat.

Sementara, Muhammad Bakri Nongko menanggapi, kegiatan ini disambut sangat baik oleh peserta GNPDAS, karena disamping untuk penyadaran aparat pemerintah, dan masyarakat juga peserta bisa mendapatkan berbagai jenis bibit produktif secara gratis.

Muhammad Bakri Nongko yang karib disapa Bakri berharap, setelah kegiatan ini aparat pemerintah dan masyarakat dapat meningkatkan pemahaman dalam melakukan pemulihan hutan dan lahan untuk membangun masa depan yang lebih baik. (AF)

Edt: Redaksi (AN)