Pemangkasan dan Pembersihan Pohon Pinus Menjadi Salah Satu Locus Karang Taruna Mandiri

Foto (Ist): “kedua pohon tersebut telah selesai dieksekusi dan dibersihkan, selanjutnya  tinggal menanti armada mobil sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (KLH) kabupaten”

JAKARTA (Bintangtimur.net) – Kegiatan pemangkasan dan pembersihan bangkai dua pohon pinus yang tumbang di pesisir pantai sebelah barat kota Benteng, tepat di ruas jalan Metro Bua-Bua Barat Kelurahan Benteng Utara, Kecamatan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan menjadi salah satu locus perhatian pengurus Karang Taruna Mandiri Kelurahan Benteng Utara.

Hal tersebut diutarakan Ketua Karta Mandiri dalam press realess yang dilayangkannya kepada wartawan, hari Senin, (18/03) siang.

Ia menegaskan, kedua pohon tersebut telah selesai dieksekusi dan dibersihkan, selanjutnya  tinggal menanti armada mobil sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (KLH) kabupaten.

Giat eksekusi pemangkasan dan pembersihan bangkai pohon tumbang dilakukan hari Senin, (18/03), pada sekitar pukul 07:30  WITA dan berakhir pada pukul 09:00 WITA.

Lebih lanjut, Fadly menuturkan, hal ini telah dikoordinasikan kepada Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan lewat via whatsapp, beberapa jam setelah dilakukannya kegiatan pemangkasan.

Terkait hal tersebut, Fadly Syarif menandaskan, pihaknya telah mengirimkan permohonan lisan kepada pengurus Karang Taruna Indonesia, di pusat agar Karang Taruna Mandiri Kelurahan Benteng Utara dapat diberi perhatian dan perlakuan khusus dari sisi pengalokasian anggaran.

“Alokasi anggaran yang dimaksud diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pengadaan tenda peleton, tenda lorong, pengadaan alat komunikasi radio right, alat P3K, teropong, matras, perahu karet, pelampung life jacket, kantong mayat, dan pengadaan armada mobil ambulance karang taruna.

Pengajuan alokasi anggaran tersebut sengaja dilakukan dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi wilayah kerja Karang Taruna Mandiri Kelurahan Benteng Utara yang tepat berada di pesisir pantai sebelah barat Kota Benteng dan rutin menjadi tempat terdamparnya barang-barang kiriman dari kapal atau perahu yang secara kebetulan mengalami laka laut.

Pesisir pantai sebelah barat kota Benteng sangat riskan dan bahkan kerap menjadi ‘langganan’ cuaca extreme,” urainya.

Wilayah Kelurahan Benteng Utara juga disebut sebagai salah satu lokasi rawan bencana banjir, baik saat musim hujan, maupun, saat terjadinya luapan air laut (banjir rob).

Itulah yang kemudian menjadi dasar pertimbangan pengajuan alokasi anggaran kepada pihak Kemensos RI, yang diharapkan dapat difasilitasi pengajuannya melalui Karang Taruna Pusat, kuncinya. (AN)