Pemimpin Korea Utara Ingatkan AS Terkait Pembatalan Denuklirisasi

Foto (Ist): Beberapa bulan terakhir Korut menuduh AS ingin menggagalkan komitmen denuklirisasi Korut dengan sanksi lanjutannya.

JAKARTA (Bintangtimur.net) – Kim Jong Un memperingatkan AS akan membatalkan denuklirisasi jika mencoba menguji kesabaran Korea Utara.

Selama pesan tahun baru yang disiarkan televisi, Kim Jong Un tampil berbeda. Kali ini ia berbusana setelan jas resmi ala barat lengkap dengan dasi, duduk di tengah dua potret besar ayah dan kakeknya.

Dilansir dari laman Reuters, Jum’at (4/1) Kim Jong Un tampak disiarkan di perpustakaan kepresidenan sambil duduk di kursi kulit.

Selama berpidato, Kim Jong Un juga meminta AS supaya tetap menunda latihan tempur dengan Korea Selatan dan tetap tidak memasang peralatan militer apapun di Korsel.

Kim juga memperingatkan akan mengambil “jalur lain” kalau sanksi dan tekanan terhadap Korut terus berlanjut. Tetapi Kim menegaskan denuklirisasi tetap menjadi komitmen Pyongyang dan mengklaim Korut sudah tidak mengembangkan nuklir atau uji coba senjata nuklir lagi.

Tidak jelas apa yang dimaksud Kim dengan “jalur lain” untuk menjaga Korut dari tekanan AS. Meskipun Kim Jong Un menyatakan siap untuk bertemu kembali dengan Donald Trump.

Donald Trump melalui Twitternya menanggapi pidato Kim Jong Un dengan mengutip komitmen denuklirisasi  Korut. Ia juga menngungkapkan peluang pertemuan dengan Kim Jong Un dan bahwa Korea Utara adalah pasar ekonomi potensial.

Para pengamat menilai Korea Utara ingin memecah keterikatan AS dan Korsel, dan menempatkan beban kepada AS, menurut laporan Daily Mail.

Beberapa bulan terakhir Korut menuduh AS ingin menggagalkan komitmen denuklirisasi Korut dengan sanksi lanjutannya.

Saat ini Korea Utara dan AS berupaya mempertemukan kembali Donald Trump dan Kim Jong Un, setelah pertemuan pertama mereka pada 12 Juni tahun lalu di Singapura. (AN)