Pendiri Gerbang Amar: MUI Harus Hati-hati, Calo Komunis Masih Berkeliaran

Foto: Doc. H. M. Ismail

“Kita masih mendengar pernyataan-pernyataan yang menyakiti hati rakyat”

Jakarta (Bintangtimur.net) – Hati hati, calo-calo komunis masih tetap ngotot dengan berkeliling cari dukungan untuk merubah Palsafah dan Dasar Negara RI Pancasila jadi trisila atau jadi ekasila melalui RUU HIP. Hal itu ditegaskan oleh Pendiri Ormas Gerbang Amar.

“Mengingat semakin kuat manuver calo-calo politik komunis yang akan merugikan Bangsa dan NKRI, oleh karena itu MUI (Majelis Ulama Indonesia) jangan sampai kecolongan. MUI wajib lebih waspada dan dalam beberapa hari ke depan harus siapkan acara silahturahmi atau reuni Alumni 212 yang lebih besar lagi. Bahkan Umat Agama lain yang tidak setuju Pancasila diganti trisila atau ekasila bisa diundang buat hadir,” ujar H.M.Ismail, SH, MH, pendiri Ormas Gerbang Amar(Gerakan Kebangsaan Adil Makmur) mengingatkan Sabtu sore (4/7/2020) di Jakarta.

Menurut Ismail, dia masih melihat manuver-manuver tak elok dari politisi yang itu-itu saja.

“Kita masih mendengar pernyataan-pernyataan yang menyakiti hati rakyat. Kita pun ikut merasakan ketidak nyamanan adanya teror dari preman preman kampungan yang menebar ancaman kepada pejuang pejuang Pembela Pancasila,” katanya.

Seharusnya kata Ismail, yang juga Ketua Tim Advokasi Majelis Dzikir Rhuha Al-Habsyi Indonesia bahwa politisi politisi itu sudah melihat perwakilan-perwakilan umat datang menemui para anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI (DPR RI) di Gedung Parlemen Senayan Jakarta.

“MUI jauh-jauh hari sudah keluarkan maklumat resmi sebagai sikap tegas tidak setuju dengan RUU HIP. Teman-teman dari berbagai elemen bangsa juga melemparkan hal yang senada. Bahkan saya telah mengeluarkan pernyataan mendesak Presiden Jokowi sebagai Panglima Tertinggi bersana TNI dan Polri tangkap inisiator dan bubarkan partai pengusul RUU HIP,” ucapnya.

“Para politisi di DPR RI maupun di MPR RI jangan berlagak budek tidak mau dengar aspirasi rakyat. Jangan lagi pura pura buta tidak mau melihat di hampir semua daerah di Indonesia lakukan unjuk rasa menolak RUU HIP. Inti dari semua keinginan anak bangsa Indonesia adalah bukan mengubah RUU HIP, tapi yang paling substansial adalah ‘Kami Putera-puteri Indonesia mengharamkan kaum komunis ada di Indonesia dan mengharamkan siapa saja yang mengganti Pancasila dengan nama apapun’,” tutup Ismail. (GI)

Edt: Redaksi (AN)